Oleh: Devi Yuliana*

Setiap ibu adalah perempuan hebat. Baik seorang ibu yang baru saja mengandung, melahirkan, bahkan hingga anak mereka telah tumbuh dewasa. Ibu adalah seorang yang tidak akan bisa kita balas jasa-jasanya. Dimulai semenjak hamil, seorang ibu sudah harus membawa beban di perutnya selama kurang lebih sembilan bulan. Di samping itu pun seorang ibu juga masih bertugas mengurus pekerjaan rumahnya belum lagi jika seorang perempuan yang mengandung tersebut ikut bekerja di luar rumah. Tentulah dari sini saja dapat kita lihat betapa perjuangan seorang calon ibu sangatlah berat. Itulah sebabnya perempuan tidak bisa dikatakan sebagai mahluk yang lemah begitu saja.

Ibu adalah madrasah pertama

Tak bisa dipungkiri peran ibu sangat penting semenjak kelahiran anaknya. Dimulai semenjak pemberian ASI (Air Susu Ibu), Allah memberi kelebihan kepada perempuan berupa ASI yang manfaatnya sangat banyak bagi si bayi. Bahkan kedudukan ASI pun tidak bisa sepenuhnya digantikan dengan susu formula manapun. Dalam Al-Quran surat Al Baqarah ayat 233 dijelaskan bahwa seorang ibu yang sedang menyusui hendaknya menyusui anaknya hingga usia dua tahun barulah menyapihnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ

Di samping memberi ASI yang berkualitas, seorang ibu juga diberi naluri untuk mendidik anaknya yang masih bayi. Dimulai dari mengajaknya berbicara, menunjukkannya hal-hal baru, hingga mengajak bermain. Itulah sebabnya jika seorang ibu tidak memiliki cukup waktu bersama dengan anaknya semenjak kecil, maka anak itu akan tumbuh dengan kekurangan kasih sayang. Tak jarang pula kita temui karena kesibukan seorang ibu sang anak jadi terbengkalai dan menjadi nakal. Oleh sebab itulah peran ibu sangat penting di sini.

Perjuangan menjadi seorang ibu

Perjuangan menjadi seorang ibu sudah tehitung semenjak seorang perempuan mengandung anaknya. Itulah mengapa diperlukan kesiapan materi, fisik, dan mental sebelum seorang benar-benar siap untuk memiliki anak. Tak jarang banyak ibu yang juga menjaga pola makannya agar bayi yang ia kandung tidak terkena dampak negatif dari apa yang ibunya konsumsi. Ketika mengandungpun seorang ibu hendaknya menjaga kesehatan fisik dan kondisi hatinya karena itu bisa mempengaruhi keadaan bayi dalam kandunganya.

Tak berhenti di situ, menjadi seorang ibu juga harus siap untuk mempertaruhkan nyawanya ketika melahirkan sang buah hati ke dunia. Rasa sakit dan perjuangan seorang ibu di sini tak bisa digantikan dengan apapun. Setelah bayi itu lahirpun seorang ibu berkewajiban untuk mendidik anaknya hingga dewasa. Meski mendidik di sini bukan hanya tugas seorang ibu semata, akan tetapi porsi seorang ayah dengan porsi seorang ibu dengan anaknya tentulah akan lebih banyak porsi seroang ibu. Itulah mengapa didikan seorang ibu akan berpengaruh besar bagi tumbuh kembang anaknya.

Kasih sayang seorang ibu tidak ada duanya

Seorang ibu sudah pasti diberikan rasa sayang yang sangat besar terhadap anaknya. Demi sang anak, seorang ibu bahkan rela melakukan apapun. Ditambah lagi jika seorang ibu tersebut juga menjadi single parent atau orang tua tunggal. Tentulah menjalani peran ganda sebagai ibu dan ayah bukanlah hal mudah. Seorang ibu tentu akan memberikan yang terbaik untuk anaknya. Namun terkadang kita sebagai anak kurang memahami bahasa cinta mereka.

Lantas mengapa ada kasus seorang ibu yang tega membuang anaknya? Tentulah hal ini mayoritas disebabkan oleh faktor luar seperti kesulitan ekonomi, pemerkosaan, seks bebas, bahkan pernikahan di bawah umur.


*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

SebelumnyaResmi Dibuka! Silatnas AMALI Dihadiri Mudir hingga Tendik se Indonesia
BerikutnyaMengenal Perempuan Sebagai Khalifah fil Ardh