Konon puisi adalah mahkota dari suatu bahasa. Puisi adalah hasil yang dapat dicapai jika seseorang mau bermain-main dengan bahasanya.

Apa yang ditulis penyair tidak serta-merta bisa diartikan secara harfiah. Gerimis bukan berarti hujan, dan bunga tentu berarti kembang. Kerap penyair berkata.

Secara sederhana, begini, tapi maksud begitu. Lalu bagaimana caranya menikmati puisi dan menangkap pesan atau makna yang ingin disampaikan oleh penyair?

Lebih-lebih bilamana, isi dari sebuah puisi ialah sajak cinta kepada sang kekasih. Terlebih lagi, apabila bait-bait yang terangkai diperuntukkan kepada sang kekasih yang abadi, dalam penantian hidup ini.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Puisi juga, sebagian orang berkata menjadi sebuah jawaban atas segala kegelisahan sekaligus sebuah obat mujarab dari segala lara kerinduan pada penantian cinta yang tak terbendung, oleh sebuah rasa dan hanya bisa tersalurkan oleh sebuah kata-kata.

Ia layaknya untaian doa-doa di sepanjang hari, yang menelusuri sunyi malam-malam sepi, yang mana hanya ia dan orang kekasihnya saling sapa menyapa. Sang kekasih mendengarkan secara saksama atas segala kerinduan yang mendalam.

Yah, puisi adalah bahasa tubuh, yang paling dalam, dan sekaligus suatu kesederhanaan, tetapi memiliki arti

Kidung Cinta, satu dari sekian karya sastra yang berangkat dari kerinduan hati seorang hamba terhadap sang kekasih yang abadi.

“Hanya Allah tempat bersandar dan hanya Dia yang tidak akan pernah mengecewakanmu. Serahkan segala urusanmu pada-Nya. Maka kamu akan mendapatkan keajaiban dari-Nya. Lebih dari itu, posisi tinggi di sisi-Nya. Kedamaian dan surga, akan menjadi milikmu selamanya.” (hal.75)

Buku yang ditulis oleh Dr. H. Mashur, secara tidak langsung membawa pembaca menyelami samudera cinta atas keluasan kasih dan sayang Allah terhadap hamba-hamba nya.

Buku ini berhasil memberikan suatu kendaraan kepada para hamba untuk menjemput manisnya cinta abadi yang kekal sepanjang hari.


Judul Buku: Kidung Cinta, Mengarungi Samudra Ilahi
Penulis: Dr. H. Mashur, Lc., M.Pd.I.
Halaman: 130 Halaman
ISBN: 7786235528014
Terbitan: Trussmedia Grafika

Peresensi: Dimas Setyawan

SebelumnyaAgar Otak Tidak Lemot, Lakukan 8 Hal Sederhana Ini
BerikutnyaMengembalikan Ruh Profesi Guru