Tebuireng.online– Kamis (2/9) merupakan kali pertama atau perdana bagi Fakultas Agama Islam (FAI) Unhasy dalam menyelenggarakan Diskusi Dosen. Forum ini membahas seputar “memahami ciri-ciri muttaqin dalam surat Al Baqaroh ayat 1-5″.

Pemantik dalam forum ini dibawakan oleh Fathur Rohman, dan Abdul Qodir, selaku moderator.

Wakil Rektor Unhasy,  H. Muhsin Ks, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa dalam sejarah Islam ketika zaman Abbasiyah, Islam pernah berjaya karena ilmu pengetahuan.

Selain itu,  Wakil Rektor juga bercerita bahwa berdirinya kampus Unhasy yang diinisiasi oleh para ulama terdahulu juga ingin mendidik generasi Islam agar memiliki ilmu pengetahuan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Di UIN Yogyakarta diskusi dosen saat ini dimotori oleh Prof. Mukti Ali sedangkan di UIN Jakarta diskusi dosen saat itu dimotori oleh Prof. Harun Nasution, dan hasil 80% orang-orang yang ikut diskusi itu dapat meraih gelar profesor karena mereka menjadi orang yang berilmu, memiliki keterampilan intelektual, dan terampil menulis,” ungkapnya.

Menurutnya, dua kampus itu sampai sekarang menjadi kampus terkemuka di negeri ini, dengan ciri khasnya yang berbeda dengan yang lainnya.

Dalam hal tersebut, H. Muhsin yakin bila diskusi dosen di Unhasy berjalan baik, kelak Unhasy juga bisa seperti dua kampus tersebut.

Di waktu bergantian, Wakil Dekan FAI,  Jasminto menyampaikan sambutan, Ia mengatakan bahwa kita memang perlu melestarikan budaya belajar ilmu seperti ini sebagaimana yang dicontohkan oleh Hadratussyaikh KH. Hasim Asy’ari.

Fathur Rohman menyampaikan kajian surat Al-Baqaroh ayat 1-5 dari tinjauan puluhan kitab tafsir dan dari berbagai macam sudut cabang ilmu bahasa Arab sehingga menarik para peserta diskusi untuk antusias bertanya dan menyampaikan pandangannya secara bergantian.

Diskusi ini berlangsung efektif yang didukung antusias para dosen peserta. Diskusi Dosen ini berjalan sekitar 2 jam, sejak 14.00 hingga 16.00 Wib.

Diantara 20 peserta Diskusi Dosen, yang menyampaikan gagasannya adalah H. Muhsin Ks, Jasminto, Burhanuddin Ridwan, Khoirul Umam, Sholihul Ansori, Elisa Nurul Laili, dan Restu Budiansyah.

Ikhtiyar FAI berupa kegiatan Diskusi Dosen ini, mengembangkan keilmuan berbasis pesantren di lingkungan Unhasy bisa berhasil, dan FAI Unhasy dapat menjadi mercusuar perkembangan ilmu-ilmu agama Islam di negeri ini.

Pewarta: fai/unhsy

SebelumnyaFase Twenty Something, Menyambut Hidup Penuh Kejutan
BerikutnyaMahasantri Harus Menjaga Keutuhan Mata Rantai Keilmuan