Suasana pasar di jalan Makam Gus Dur, Tebuireng Jombang, (15/11).

Tebuireng.online–  Aktivitas ziarah Makam Gus Dur sudah dibuka sejak 1 November 2021 lalu. Kabar itu tak hanya memberi angin segar pada peziarah. Namun juga dirasakan oleh para pedagang di jalan menuju makam, yang mengaku sangat bahagia dan bersyukur.

“Alhamdulillah kami senang sekali. Kami bisa bekerja kembali. Selama ziarah ditutup, kami tidak ada penghasilan. Soalnya kerjanya cuma ini saja. Jadi, kami sangat bersyukur dengan dibuka kembali makam Gus Dur,” ungkap Khoirun Nisak, salah satu pedagang pakaian di lorong makam (15/11).

Ia mengatakan, masalah ngontrak tempat jualan, belum ada ketentuan dari pemilik kontrakan. “Kan saya langsung bayar 2 tahun, baru berjalan 3 bulan. Tiba-tiba ada corona, saat ini ya langsung saya buka saja tokonya,” imbuhnya.

Sebelum dibuka makam Gus Dur, lanjut Khoirun Nisak, Ia sempat jualan apa saja yang bisa dijual di rumahnya. Salah satunya adalah pohon bambu.

“Kalo dagangan belum rame kayak tahun-tahun kemarin. Peziarah memang banyak, tapi daya belinya sangat kurang saat ini. Mungkin peziarah berpikir, yang penting sudah ziarah saja, alhamdulillah,” lanjut Ibu Rumah Tangga itu.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Selain respons dari pedagang pakaian seperti Khoirun Nisak, Didin Udiyono pedagang oleh-oleh makanan khas Jombang, juga memberi komentar.

“Saya sangat senang sekali. Meski memang selisih penghasilan dari sebelum ada corona dan sekarang sangat berbeda. Misal dulu sehari dapat 10.000 kalo sekarang cuma dapat 3000, tapi ya Alhamdulillah masih ada penghasilan,” ungkapnya.

Menurutnya, hal ini juga disebabkan oleh jadwal ziarah yang masih dibatasi waktunya, dari pagi jam 7.00 sampai jam 13.30, dan ketika jam 14.00 peziarah sudah sepi. Sehingga dari pembeli pun sangat sepi.

“Pokoknya kita sabar, telaten dan disiplin dalam berdagang. Efek corona memang berat bagi saya, soalnya saya hanya seorang pedagang, punya anak 2, terus istri saya juga meninggal,” terangnya.

Para pedagang berharap kondisi akan semakin baik dan semua kembali normal, sehingga aktivitas ziarah normal dan penjualan mereka pun berdampak normal.

“Mudah-mudahan kondisi pandemi covid ini semakin membaik, sehingga makam Gus Dur ini bisa dibuka terus-menerus, dari pagi hingga malam dan tidak ada kendala ditutup lagi,” harap mereka.

Pewarta: Sobikul

SebelumnyaPergunu Mengkaji Kitab Hadratussyaikh yang Dibedah di Kanada
BerikutnyaOrmawa FAI Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Batu