Peserta webinar “Kontribusi Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, KH. Saifuddin Zuhri, KH. Abdul Wahid Hasyim dalam pemikiran hukum Islam dan pendidikan Islam di Indonesia” oleh pascasarjana Unhasy.

Tebuireng.online— Gus Ipang memberikan motivasi dan arahan pada peserta webinar Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari tentang bagaimana santri harus berjuang dan menjadi pribadi yang memiliki visi besar, kemampuan berdakwah secara out of the box, dan berani memiliki mimpi yang besar dan luas.

“Saya selalu bilang kepada teman-teman, kalau punya mimpi jangan nanggung-nanggung, mimpi itu jangan cuma sebatas Cukir, sebatas Jombang, sebatas Jawa Timur, harus meluas, harus mendunia,” ungkap Gus Ipang dalam forum Zoom, (24/10).

Menurutnya, santri harus memiliki visi yang besar, cara berdakwah yang out of the box, memahami dakwah masa kini, menguasai digital. Oleh sebab itu, baginya sangat penting sekali untuk melaksanakan transformasi digital agar melek digital, karena dengan paham digital kita bisa melaksanakan apapun yang kita mau.

“Digitalisasi menjadi sangat penting, siapa yang menguasai akses informasi, maka dia yang akan menjadi pemenang ke depannya, tanpa digitalisasi kita susah,” imbuhnya.

Gus Ipang menjelaskan bagaimana Tebuireng tidak hanya membicarakan tentang pesantren yang berbasis keagamaan saja, akan tetapi penemuan-penuman lain, baik masalah teknologi, ekonomi, atau pun seputar sosial masyarakat, menurutnya itu harus dikembangkan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Kalau menurut saya akan lebih asik bila founder gojek, tokopedia, dan lainnya itu adalah alumni dari Tebiureng. Kenapa tidak mungkin? Itu adalah tantangan berikutnya,” imbuhnya.

Cicit Hadratussyaikh itu menegaskan, bahwa tokoh-tokoh lulusan Tebuireng ini tidak hanya membicarakan soal keagamaan, harus semakin luas apalagi Unhasy akan fokus salah satunya pada bidang kewirausahaan.

“Kalau mahasiswa di S1 masih baru mulai kuliah dimaklumi, tapi mahasiswa S2 kalau tidak punya mimpi yang besar malu-maluin Unhasy aja, itu yang harus kita pikirkan,” ungkapnya.

Berbicara tentang lulusan Tebuireng, Gus Ipang menegaskan bahwa kita harus yakin bahwa 5 atau 10 tahun yang akan datang lulusan Tebuireng harus bisa berkiprah dalam jagat bukan hanya keagamaan akan tetapi juga dalam bidang perekonomian dan digitalisasi.

“Seperti salah satunya lulusan Trensains yang luar biasa, yang mana kita tidak pernah tahu bagaimana ke depannya. Bisa jadi 10 tahun yang akan datang akan ada platform-platform atau unicorn yang dihasilkan,” tutur Gus Ipang.

Dalam webinar yang diinisiasi oleh Pascasarjana Unhasy itu, Gus Ipang sangat memotivasi dan memberikan support penuh bahwa Unhasy bisa menjadi lokomotif dari kewirausahaan di Jawa Timur.

Pewarta: Rafiqatul Anisah

Sebelumnya3 Warisan Besar Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari
BerikutnyaWajah Bucin dari Bilik Pesantren