Rektor Unhasy, Prof. Haris memberi sambutan dalam acara maulid Nabi Muhammad di Tebuireng, Sabtu (27/11).

Tebuireng.online– Rektor Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy), Prof. Haris Supratno, menyampaikan urgensi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam kurikulum Merdeka Belajar di Perguruan Tinggi.

“BUMN memiliki peran penting untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi, karena sekarang perguruan tinggi menerapkan program Merdeka Belajar,” ungkap Prof. Haris saat menyampaikan sambutan dalam acara Maulid Nabi Muhammad di Tebuireng, Sabtu (27/11).

Rektor Unhasy menyebut bahwa Unhasy merupakan universitas yang memiliki kurikulum integritas agama dan umum, di mana setiap prodi umum wajib menerapkan kurikulum agama sebanyak 16 SKS baik komputer, teknik, maupun ekonomi.

“Sementara untuk merealisasikan kurikulum kewirausahaan, Unhasy menerapkan 8 sks, 2 sks  untuk menanamkan jiwa kewirausahaan, 3 sks untuk perencanaan kewirausahaan, dan 3 sks untuk implementasi kewirausahaan,” terangnya.

Seperti keterangannya, Merdeka Belajar yang kini diwajibkan, membuat mahasiswa wajib kuliah di luar program studi dalam universitas sebanyak 20 sks, dan 60 sks di luar universitas 2 semester 60 sks.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Kurikulum Merdeka Belajar diharapkan mampu membuat mahasiswa memiliki pengetahuan multidisipliner, dan memiliki pengalaman kerja nyata, sehingga bisa bekerja di instansi mana pun termasuk BUMN,” terangnya.

Selain itu, bagi Prof. Haris, Merdeka Belajar juga menunjang universitas agar mampu mengintegrasikan kewirausahaan di dalam masyarakat. Karena mereka dibebaskan untuk magang di instansi manapun.

“Mahasiswa PAI mau magang di perusahaan juga boleh,” tambahnya.

Prof. Haris berharap agar Merdeka Belajar dapat memberikan bekal kepada mahasiswa untuk mendidik agar mahasiswa memiliki jiwa dan mampu mengintegrasikan Kewirausahaan di masyarakat.

Pewarta: Afifah Rusyda

SebelumnyaErick Thohir dan Gus Miftah Apresiasi Produk Kewirausahaan Mahasiswa Unhasy
BerikutnyaHarapan Gus Kikin pada Menteri BUMN dan Gus Miftah