Siswi SMA Trensains (dok. trensains)

Tebuireng.online– Ketua Tim Program Sukses UTBK 2021, Ustadz Abdul Ghofur mengungkap kiat-kiat SMA Trensains berhasil meraih peringkat Sekolah Top Nasional diangka 185, dari 1000 sekolah tahun 2021. Menurutnya, hal ini tercapai tidak hanya dari siswa/siswi saja, tetapi kerja sama semua pihak sekolah.

Menurut Ustadz Abdul Ghofur, sekolah mempunyai program yang telah diterapkan sejak tahun 2017. Program tersebut dirancang agar sukses UN dan SBMPTN. Pogram tersebut bernama PIT (Program Intensif Terstruktur). PIT ini dibagi menjadi 2 yaitu PIT UN dan PIT SBMPTN.  Dalam hal ini yang diterapkan masih sama yaitu PIT SBMPTN.

“Di dalam program tersebut kita merencanakan pertemuan dengan anak-anak, jumlah pertemuan, dan bahan ajar yang akan digunakan, model soal-soal try out yang nanti akan digunakan,” terang Ketua PIT SBMPTN itu.

Model yang pertama berkaitan dengan tatap muka menggunakan strategi 60 40. 60% TKA (Tes Kemampuan Akademik) dan 40% TBS (Tes Bakat Skolastik). Durasi tatap mukanya dilaksanakan selama 20 hari. Dari 20 hari dibagi menjadi sesi masing-masing hari. Sedangkan 1 hari ada 4 sesi.

“Dari segi treatment kami menggunakan model intensif yaitu mengarah kepada pemahaman konten yang mana akan dikuatkan dengan berlatih soal-soal yang sesuai,” ungkapnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Mulanya, lanjut Ustadz Abdul Ghofur untuk mendukung hal tersebut tentu ada bahan ajar yaitu membuat modul untuk UN yang disisipi dengan UTBK. Namun untuk tahun ini melihat waktu yang sempit dan kondisi yang masih daring, strategi yang dilakukan ialah mencarikan bahan berkualitas yang ada di luar kemudian dipilah-pilah yang dirasa cocok sesuai dengan analisa para tim.

“Sementara dari segi soal-soal try out kami mengembangkan sendiri tentunya yang TBS. Ada tim yang mengupas, menyusun dan untuk kemudian disajikan dari sumber-sumber yang relevan,” jelasnya.

Baginya dalam mencapai prestasi ini, rahasianya tidak lain bagaimana tim program mengarahkan siswa/siswi tentunya sebelum mengarahkan harus memetakan terlebih dahulu dari hasil try out tersebut. Setelah itu, hasilnya dinalisis dan dipelajari sesuai dengan perhitungan UTBK yang terbaru.

Sebelum memulai program tersebut, diadakan try out awal bagi siswa untuk mengindentifikasi kemampuan mereka. Kemudian try out awal tersebut dipetakan sesuai kemampuan masing-masing.

“Anak- anak yang kurang difasilitasi secara individu. bisa diprivat. Intinya kiat-kiat  anak-anak didorong untuk berlatih soal-soal yang relevan,” tambahnya.

Baginya kunci dari semuanya ialah kolaborasi antar tim bisa dilaksanakan dengan baik. Dengan adanya prestasi ini bahwa kolaborasi tim dalam mengemban amanah sudah sangat baik menurutnya.

Di akhir wawancara ustadz Ghofur menyampaikan harapannya melalui tebuireng.online bahwa mereka tidak akan pernah lelah untuk bekerja, akan terus bekerja, dan akan memantaskan diri.

“Jika tahun ini kita dirasa belum pantas di sisi tertentu maka tahun depan seiring berjalannya waktu kita akan memantaskan diri. Sampai kapan kita harus berhenti? Kita tidak akan pernah berhenti sampai visi misi SMA Trensains terwujud baik jangka pendek maupun jangka panjang,” tegasnya.

Adapun jangka pendeknya dapat mengantarkan siswa/siswi ke perguruan-perguruan tinggi negeri, berprestasi dalam penulisan karya ilmiah, olimpiade dsb. Sedangkan jangka panjangnya alumni bisa mengaktualisasikan gagasan SMA Trensains agar bisa terwujud generasi pecinta Al Quran dan Sains yang mana indikatornya bisa dilihat dari prestasi anak-anak saat di perguruan tinggi.

Pewarta: Rafiqatul Anisah

SebelumnyaSelamat! SMA Trensains Raih Peringkat Sekolah Top Nasional
BerikutnyaInspirasi Wanita Indonesia, Ini Profil Susi Pudjiastuti