Dr. Abdul Hamid saat membagikan slide materi bedah buku Literasi Digital Santri Milenial

Tebuireng.online—Unit Penerbit Tebuireng menggelar webinar dan bedah buku literasi digital santri milenial, karya Dr. Abdullah Hamid. Acara webinar dan bedah buku adalah puncak dari rangkaian acara perlombaan Sayembara Menulis Esai Gebyar Literasi Tebuireng yang diselenggarakan, pada 08 September hingga 10 Oktober 2021.

Pada kesempatan webinar dan bedah buku tersebut, Dr. Abdullah Hamid menjelaskan bagaimana pentingnya gerakan literasi digital di kalangan pesantren dan khususnya pemahaman literasi ini bagi para santri.

“Secara tidak langsung, literasi digital adalah sikap sadar dan kemampuan seseorang terhadap informasi, seperti mengakses informasi, mengelola, mengintegrasikan informasi, mengevaluasi peredaran informasi, menganalisis, menyintesis, dan menciptakan ekspresi medianya,” ungkap Abdullah Hamid dalam ruang Zoom Meet.

Menurut inisiator pesantren.id itu pada segenap pesantren, ketika hendak menyikapi arus  literasi digital bisa berpijak pada kutipan dari Gus Dur.

“Bila kita ingin melihat sesuatu kita harus melihat peta terlebih dahulu. Setelah melihat peta kita harus mengetahui posisi kita sebagai apa. kemudian, kita juga harus tahu apa yang akan kita lakukan dalam menyikapi tersebut,” ungkapnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ia juga menjelaskan bahwa buku Literasi Digital Santri Milenial ini merupakan pengalaman penulis ketika menjadi pengurus asosiasi pesantren NU (RMI-PBNU) divisi media dan data, serta sebagai wakil sekretaris Gerakan Nasional Ayo Mondok ketika berkesempatan mengisi acara dari satu pesantren ke pesantren lain.

“Berkat khidmat pada lembaga pesantren, saya berkesempatan tabarukan yang tersebar di seluruh nusantara,” ungkapnya.

Pewarta: Dimas Setyawan

SebelumnyaBelajar Menulis pada Penulis Buku Mega Best Seller
BerikutnyaSelamat! Inilah Pemenang Sayembara Menulis Esai Nasional