Direktur Pascasarjana Unhasy, Prof. Imam Sukardi memberikan sambutan dalam webinar, Ahad (24/10).

Tebuireng.online– Direktur Pascasarjana Unhasy, Prof. Imam Sukardi, menegaskan agar mahasiswa tidak hanya mengamalkan ayat-ayat qauliyah, tapi juga dapat mencoba untuk mengintegrasikanya dengan ayat-ayat kauniyah. Hal ini bisa diteladani dari apa yang dikembangkan para kiai yang jelas kontribusinya.

“Melalui webinar ini, para peserta akan digiring pada informasi-informasi bagaimana para kiai berkontribusi dengan orang luar untuk tujuan kepentingan nusa dan bangsa,” ungkap Prof. Sukardi pada peserta webinar via Zoom, Ahad (24/10).

Seminar yang diinisiasi mahasiswa Pascasarjana Unhasy ini, membahas berbagai kontribusi Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, KH. Saifuddin Zuhri, KH. Abdul Wahid Hasyim dalam pemikiran hukum Islam dan pendidikan Islam di Indonesia.

“Kita ingin kontribusi Pesantren Tebuireng kepada masyarakat bukan hanya dikenang saja, akan tetapi juga diperhatikan oleh pihak negara sehingga tidak memandang santri hanya sebelah mata,” ungkap Direktur Pascasarjana itu.

Karena dalam kenyataanya, lanjut Prof. Sukardi, santri dan pondok pesantren memiliki jasa besar dalam kemerdakaan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Maka dari itu, mari kita mendengarkan berbagai informasi, uraian, dan keterangan tentang kontribusi  ketiga tokoh tersebut,” imbuhnya.

Direktur Pascasarjana itu, meminta maaf dan berterima kasih diakhir sambutannya. Ia berharap, webinar ini menjadi media untuk mengingatkan kita semua tentang perjuangan dan jasa para masyaikh Tebuireng, khususnya tiga tokoh yang dibahas dalam webinar ini, dan para pahlawan Indonesia pada umumnya.

Pewarta: Naila Indah

SebelumnyaProf. Imam Suprayogo Sampaikan Kesalahan Besar Pendidikan Non-Pesantren
BerikutnyaPenjelasan Mengapa Kelahiran Nabi Muhammad Dirayakan