ilustrasi: dianbagus/tebuireng.online

Oleh: Dian Bagus*

Masih ada jiwa-jiwa yang patah untuk kesekian kalinya
roboh ditelan kefanaan dunia
hampir menyerah seolah tumbuh sia-sia

Tentu …
akan selalu muncul seribu alasan untuk menyudahi
berhenti dan bertanya-tanya
mengapa kita yang harus bertahan?

Apakah memang ditakdirkan sebagai korban penderitaan?

Kehidupan adalah identitas
jangan sampai selamanya jadi ampas
digerus oleh cemas yang memenuhi kapasitas

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Bangkitlah…
sebab, setiap kegagalan yang dibiarkan tandas
bahwa menikmati hembusan nafas
jauh lebih berarti dari segala hancur yang terlanjur melebur melepas

Pasrah dan kalah
sama saja membuat atma semakin tersungkur lemah

*Alumnus Unhasy Tebuireng.

 

SebelumnyaFAI Unhasy Sosialisasikan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka
BerikutnyaPenguatan Peran Mahasiswa Melalui Sekolah Advokasi