sumber ilustrasi: kunfayakun.com

Buku “Berani Tidak Disukai” memandu pembaca untuk memahami konsep memaafkan diri sendiri, mencintai diri, dan menyingkirkan hal-hal yang tidak penting dari pikiran. Cara pikir yang membebaskan ini memungkinkan Anda membangun keberanian untuk mengubah dan mengabaikan batasan yang mungkin Anda berlakukan bagi diri Anda.

Bagi mereka (penulis) kebahagiaan adalah sesuatu yang harus Anda pilih. Begitulah teori Alfred Alder berbicara, satu dari tiga psikolog terkemuka abad ke-19, selain Freud dan Jung. Cara untuk menentukan kebahagiaan dijawab secara sederhana dan langsung di dalam buku ini.

Seperti kebahagiaan itu harus dimulai dari diri sendiri dan anda tidak akan merasa benar-benar bahagia jika Anda masih mengagumi orang lain serta ingin menjadi seperti dia yang Anda kagumi. Itu artinya, Anda saat ini tidak bahagia dengan diri Anda sendiri dan menganggap akan merasa lebih bahagia kalau menjadi seperti dia.

Saat ini bahkan sampai kapanpun, Anda tidak bisa merasa benar-benar bahagia karena Anda belum belajar mencintai diri Anda sendiri. Anda masih berharap bisa terlahir sebagai pribadi yang berbeda. Berharap menjadi seperti orang lain dan membuang diri Anda.

Memang, di luar sana akan sulit menemukan seseorang yang dengan bangga membusungkan dada dan berkata, “Ya, aku suka diriku sendiri.” Tetapi minimal, Anda tidak merasa ingin menjadi orang lain, dan Anda menerima diri Anda apa adanya itu sudah cukup.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Beberapa orang dilahirkan dengan kondisi makmur dengan kondisi orang tua yang baik, dan yang lain terlahir miskin dengan orang tua yang buruk. Kesenjangan seperti ini adalah realitas, begitulah dunia.

Tapi ini bukan perkara tentang Anda dilahirkan dalam keadaan yang tidak membahagiakan atau berakhir dalam situasi yang tidak membahagiakan. Ini karena Anda telah menilai bahwa “menjadi tidak bahagia” baik untuk Anda.

Teori psikologi Adler adalah psikologi keberanian. Ketidakbahagiaan tidak bisa disalahkan dari masa lalu atau lingkungan Anda. Juga bukan karena Anda tidak memiliki kemampuan.

Anda hanya kurang berani menjadi bahagia. Ketika mencoba mengubah arah kehidupan, keberanian Anda diuji. Karena sebelumnya Anda berpikir bahwa kehidupan yang Anda miliki saat ini adalah yang praktis sehingga lebih mudah membiarkan hidup apa adanya.

Jika Anda masih berkata, ”Kalau saja bisa menjadi seperti orang lain, saya pasti bahagia.” atau “Andai saja ini terjadi.”, maka sekali lagi, Anda tidak akan bisa bahagia.

Sebab kata-kata tersebut menjadi stimulus bagi Anda untuk tidak berubah. Maka Anda harus mengambil keputusan untuk menghentikan hal ini.

Untuk diketahui, penulis buku ini, Ichiro Kishimi merupakan kelahiran Kyoto, di mana dia saat ini tinggal. Dia menulis dan memberi kuliah tentang Psikologi Adlerian dan memberikan konseling bagi kaum muda di klinik psikiatri sebagai penasihat dan konsultan bersertifikat untuk masyarakat Jepang Psikologi Adlerian.

Fumitake Koga adalah penulis profesional yang telah merilis banyak karya terlaris yang berhubungan dengan bisnis dan umum non-fiksi.

Judul Buku: Berani Tidak Disukai
Penulis: Ichiro Kisimi & Fumitake Koga
Tebal: 323 Halaman
Penerbitan: Gramedia Pustaka Utama, 2020
Peresensi: Musta’in Denta Ya’kub

SebelumnyaSimak, Ini Hakikat Ilmu dan Seorang Alim
BerikutnyaSilaturahmi Mudir se-Indonesia, AMALI Angkat Empat Isu Strategis