Ratusan peserta mengikuti webinar & bedah buku dalam Gebyar Literasi Tebuireng yang diinisiasi oleh Unit Penerbit Tebuireng.

Oleh: KH. Abdul Hakim Mahfudz*

Tebuireng.online– Webinar kepenulisan dan bedah buku merupakan dua kegiatan penting, baik untuk santri Tebuireng maupun lembaga pendidikan lainnya. Kegiatan ini termasuk kegiatan inti yang dapat mengasah pemikiran santri agar lebih maju, juga mempertajam pemikiran kita dengan literasi.

Seperti disadari, saat ini tanpa bisa menolak, kita hidup di zaman tekhnologi  yang perkembangannya  begitu pesat. Dengan digitalisasi ini, kita dapat berkumpul secara virtual dari tempat yang berbeda-beda.

Dengan digitalisasi pula zaman cepat berubah, dikarenakan komunikasi yang perkembangannya begitu cepat.

Menyikapi ini, kita tidak boleh tertinggal, mau tak mau kita juga harus ikut masuk dalam digitalisasi, meskipun kecepatan ini memiliki sisi positif dan negatif, manfaatnya dan tantangannya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Hal yang positif adalah kita dapat mengakses  dengan cepat dan mudah segala bahan atau sumber tulisan, dan apa yang kita inginkan. Namun, kita harus cerdas dan pandai memilah informasi yang baik dan kita butuhkan, karena banyak informasi yang kurang baik bahkan menyesatkan.

Hal ini penting difikirkan. Lalu, apa yang harus kita lakukan, terutama untuk masyarakat dan atau santri di Pesantren Tebuireng? Bagaimana memberikan penilaian apakah informasi itu baik atau tidak? maka kita harus membandingkannya dengan hal-hal yang diajarkan di pesantren.

Dimana di sana kita harus melanjutkan ilmu ilmu yang diwariskan  oleh para nabi, artinya ilmu kita harus tersambung  kepada ilmu-ilmu yang diberikan leluhur dan guru kita yang tersambung kepada Rasulullah. Maka di dalam pondok itulah ilmu yang tidak boleh terputus, sampai menyambung kepada Rasulullah.

Ilmu ini kemudian digabungkan dan dikombinasikan dengan perkembangan ilmu di era digital ini. Dalam kondisi yang lebih maju, modernisasi tidak bisa dihindari. Kita harus ikut menuju modernisasi, dengan tetap berpijak pada ilmu yang jelas, untuk mengembangkan peradaan pesantren dan bangsa Indonesia.

Mudah-mudahan acara seperti ini menambah khazanah pemikiran baik dunia pesantren maupun bangsa Indonesia. Agar kita berpijak pada ilmu yang jelas sumbernya, dan tidak tertinggal dalam modernisasi dan mengembangkan peradaban bangsa Indonesia di masa yang akan datang.

*Sambutan Pengasuh Pesantren Tebuireng, dalam acara Webinar & Bedah Buku Gebyar Literasi Tebuireng, Ahad (10/10/2021).

**Ditranskip oleh: Sayidatul Afifah Rusda.

SebelumnyaIKAPWS Gelar Mukernas, JTQ untuk Kemaslahatan Umat
BerikutnyaNgaji Hikmah dan Pesan Peringatan Maulid Nabi Muhammad