sumber ilustrasi: sekolahterpadu-google.com

Oleh: KH. Fauzan Kamal

الحمد لله اَنعَم عَلينَا بِالاِيْمَانِ والاِسلَام وهَدَانَا بِهِدَايَةِ القُرْآنِ وَفَضَّلَنَا على سَائِر الامَم بافضل نبينا محمد صلى الله علسه وسلم أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. لَئِنْ شَكَرۡتُمۡ لَأَزِیدَنَّكُمۡۖ وَلَىِٕن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِی لَشَدِیدࣱ

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah…

Melalui mimbar ini, marilah kita mengevaluasi terhadap aktivitas kita—baik perbuatan ataupun ucapan—selama sepekan setelah kita Jumat lalu diingatkan oleh khatib untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita.

Yang tahu perkembangannya hanya kita dan Allah, sudahkah kita ukur keimanan kita apakah tetap, meningkat, atau bahkan menurun. Sehingga kita didorong untuk حَاسِبُوا اَنْفَسَكُمْ قَبْلَ اَنْ تُحَاسَبَوْا (evaluasilah dirimu sebelum dievaluasi).

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah…

Marilah kita bersyukur atas takdir Allah menjadi orang beriman dan beragama Islam. Karena nanti di akhirat orang kafir tidak bisa membeli keimanan mereka meski dengan bumi dan seisinya. Maka dari itu kita update iman kita dengan cara memperbanyak kalimat tauhid, jaddidu imanakum bi aktsari qauli la ilaha illa allah. Karena dengan kalimat itulah Iblis frustrasi menggoda anak cucu Adam.

Lantas, apakah cukup sampai di situ?. Tidak, ternyata Iblis masih menggiring hawa nafsu manusia ke tempat tercela. Maka, sebagai muslim kita harus berusaha menahan hawa nafsu kita agar bennar-benar tenang, ya ayyatuha al-nafs al-muthma’innah, irji’i ila rabbiki radhiyatan mardhiyah.

Sudah patut kita syukuri atas keimanan yang diberikan oleh Allah kepada kita. Kita juga harus bersyukur dilahirkan di kalangan keluarga muslim, dan di lingkungan muslim. Dengan demikian marilah kita perbanyak kalimat tauhid dan istigfar. Sebagaimana ajakan Rasul:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ قَبْلَ أَنْ تَمُوتُوا، وَبَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ قَبْلَ أَنْ تُشْغَلُوا (رواه ابن ماجاه)

Wahai manusia, taubatlah kalian kepada Allah sebelum mati, dan segeralah beramal saleh sebelum kalian sibuk.

Kemudian yang patut kita syukuri adalah pemberian kesehatan dan kesempatan. Apalah arti orang kaya kalau sakit-sakitan, apalah arti orang pandai tapi sakit-sakitan sehingga tidak bisa leluasa mengajarkan ilmunya. Begitu juga dengan kesempatan, manfaatkan kesempatan berbuat baik kita dengan tepat.

Seperti kesempatan anak-anak pesantren dalam menuntut ilmu, raihlah kesempatan itu dengan baik. Sebab ada banyak teman kita yang sebenarnya ada kemauan mondok tapi tidak punya kesempatan. Entah itu faktor kecukupan biaya, atau keinginan orang tua.

Yang terakhir, kita harus bersyukur atas anggota tubuh yang sempurna ini. Mulai dari otak sempurna, kaki, tangan, badan, dan lainnya. Semuanya sempurna tanpa cacat. Dalam sebuah ayat:

وَٱللَّهُ أَخۡرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَـٰتِكُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ شَیۡـࣰٔا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَـٰرَ وَٱلۡأَفۡـِٔدَةَ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, agar kamu bersyukur.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ

وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ

وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

SebelumnyaSemarak 76 Tahun Resolusi Jihad di Pesantren Tebuireng
BerikutnyaPesantren Tebuireng Siapkan Generasi Tangguh Bencana