Pengasuh Pesantren Tebuireng beserta dzurriyah Tebuireng menyambut kehadiran Konsulat Jenderal Jepang di ndalem Kasepuhan Tebuireng.

Tebuireng.online– Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Takeyama Kenichi melakukan kunjungan ke Tebuireng, dan mendapat sambutan langsung oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) di ndalem kasepuhan Pesantren Tebuireng.

“Kehadiran saya ke sini dalam rangka memperkenalkan diri sebagai Konjen baru di Surabaya,” ungkap Takeyama Kenichi pada tebuireng.online

Selain melakukan kunjungan ke ndalem Kasepuhan Tebuireng, Konsulat Jenderal Jepang melakukan ziarah ke makam Gus Dur, mengunjungi Museum Islam Hasyim Asy’ari (MINHA) dan Puskestren.

Dalam perjalanan kunjungan itu, Ibu Nyai Farida Salahuddin sempat menyampaikan pada Konjen Jepang dan rombongan, bahwa bagian dari berdirinya Puskestren merupakan bantuan dari Konjen Jepang sebelum Takeyama Kinichi.

Di waktu berbeda, Takeyama menyampaikan ada berbagai program beasiswa untuk siswa Indonesia yang ingin belajar ke Jepang.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Silakan ke kantor Konsulat di Surabaya, kalau ingin beasiswa ke Jepang. Nanti bisa kuliah S1, S2, dan S3 di sana. Lalu kembali ke Indonesia. Tentu ini merupakan kesempatan bagus untuk para siswa, khususnya Tebuireng,” ungkapnya di hadapan dzurriyah Tebuireng.

Konjen Jepang, Takeyama bercerita banyak mengenai Jepang. Mulai dari jumlah penduduk Jepang yang saat ini berjumlah 123 juta orang, lebih dari 2,5 % penduduknya berusia di atas 60 tahun. Dan baginya hal itu dapat mengurangi angka angkatan kerja.

Takeyama sendiri sudah 20 tahun tinggal di Indonesia, dan baru tinggal di Surabaya selama setengah tahun. Dengan waktu sebanyak itu Ia sudah fasih berbahasa Indonesia.

“Pak Takeyama logatnya sudah hampir sama dengan orang Indonesia,” respons salah satu pengurus Pesantren Tebuireng saat mendengar Konjen Takeyama berbicara bahasa Indonesia.

Selain Pengasuh Pesantren Tebuireng, kunjungan Konselat Jenderal Jepang juga disambut oleh Ir. H. Abdul Ghofar (sekretaris pesantren), Ust. Lukman Hakim (mudir pembinaan santri), Ust. Iskandar (kepala pondok putra), dan Nyai. Faridah Wahid (Istri mendiang Gus Sholah).

Pewarta: Y. Indra

SebelumnyaKenang Perjalanan Santri, MTs Tebuireng Gelar Apel Sambut HSN
BerikutnyaMendikbudristek Nadiem Berkunjung ke Pesantren Tebuireng