sumber ilustrasi: google.com

Oleh: Dimas Setyawan*

Tebuireng.online– Tak sedikit umat muslim merasa bahwa kehidupan di dunia ini bagaikan penjara. Penjara atas segala larangan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Seluruh larangan yang telah ditetapkan oleh Allah kepada umat muslim bersifat kesenangan semata (di dunia) yang sejatinya berimbas pada hal yang tidak baik pada kehidupan si dunia maupun kehidupan esok kelak di akhirat.

Tetapi, dalam menjalani kehidupan di dunia ini, tidak sedikit umat muslim terperosok pada jurang kemaksiatan dan kelalaian. Masih teramat banyak umat muslim yang tergelincir atas tipu muslihat kesenangan dan menuruti nafsu semata.

Sejatinya, setiap muslim yang masih memiliki keimanan di dalam hati lalu melakukan kemaksiatan, ia sadar bahwasanya telah melakukan sebuah kesalahan dan melepas keimanannya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ia juga mengalami gundah gulana sesaat telah melakukan maksiat, dan pada akhirnya ia memiliki tekad untuk menyudahi segala bentuk maksiat tersebut.

Syaikh Mutawakkil As-Sya’rawi berkata, “kamu melakukan sesuatu yang haram? Dan kamu mengetahui bahwa hal itu haram tetapi kamu tidak bisa meninggalkannya? Maka bacalah doa ini…

اَلَلهُمَّ احْرمْنِي لَذَّةَ مَعْصِيَتِكَ، وَارْزُقْنِي لَذَّةَ طَاعَتِكَ

“Ya Allah, luputkan aku dari kelezatan maksiat kepada-Mu, dan berikanlah aku kelezatan untuk taat kepada-Mu.”

Semoga Allah senantiasa meneguhkan hati kita untuk senantiasa menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Aamiin

*Mahasantri Mahad Aly Tebuireng.

 

 

SebelumnyaMempertanyakan Khazanah Keilmuan Kitab Kuning di Pesantren Tebuireng
BerikutnyaAsal Mula Songkok Hitam sebagai Simbol Nasional