Dua guru SMP Sains ini menjadi peraih Medali Emas diantara ratusan peserta Olimpiade Guru Indonesia (OGI).

Tebuireng.online– Dua guru delegasi SMP Sains Tebuireng berhasil meraih Medali Emas Olimpiade Guru Indonesia (OGI) dalam bidang Matematika. Dua guru tersebut atas nama Yusuf Priyo A. dan Arief Furqon. Acara ini diselenggarakan oleh Pusat Olimpiade Sains Indonesia (POSI), Ahad (3/10/21).

“Menurut kami, itu waktu yang sangat cukup bagi guru untuk mengerjakan soal olimpiade tersebut. Soalnya cukup bagus dan menantang dan masih relevan jika dipakai acuan dalam pembimbingan peserta olimpiade SMP/MTs,” ungkap ustadz Yusuf pada tebuireng.online

Menurutnya tidak ada kiat-kiat khusus untuk meraih medali emas. Mulanya ustadz Arief Furqon, ketua pembinaan olimpiade Matematika SMP Sains Tebuireng yang juga peraih medali emas mengajak ustadz Yusuf untuk bergabung menjadi pembimbing olimpiade.

“Banyak ilmu yang diberikan kepada saya, terutama ketika sharing soal-soal olimpiade SMP/MTs,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, murid-murid SMP Sains secara langsung maupun tidak langsung telah memberikan ilmu kepada ustadz Yusuf tentang bagaimana keruntutan menjelaskan soal, mencari strategi termudah untuk mengerjakan soal, serta mencari semua kemungkinan metode penyelesaian soal melalui rangkuman dan gerak-gerik tubuh mereka saat pembimbingan olimpiade.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Peraih Medali Emas itu, ustadz Arief mengaku bahwa kiat-kiat yang dilakukannya ialah sering mengerjakan soal-soal tipe olimpiade sehingga seolah sering ketemu soal bentuk yang mirip.

Bagi ustadz Yusuf peran ustadz Haerul Anam juga sangat besar dalam OGI kali ini.

“Beliau yang mengabari guru terkait OGI via pesan pribadi. Beliau selalu memotivasi guru dan murid agar meningkatkan kualitas diri dan memajukan SMP Sains Tebuireng. Fasilitas yang disediakan oleh SMP Sains melalui kepala sekolah juga sangat berperan penting. Kepala sekolah mengijinkan fasilitas sekolah digunakan dengan maksimal baik dalam KBM maupun lomba pengembangan diri untuk guru dan murid,” terang ustad Yusuf.

Selanjutnya ustadz Yusuf mengucapkan terima kasih pada para guru dan murid-murid, serta seluruh wali santri yang terus mendoakan. Baginya, tanpa seluruh elemen tersebut, mungkin hal ini tidak dapat diraih. Jangankan meraihnya, bahkan mungkin ustadz Yusuf tidak tahu apa itu POSI dan isinya.

“Jujur, saya merasa bukan apa-apa dan tidak merasa meraih apa-apa kecuali hanya melakukan apa yang saya bisa lakukan. Semua ini memang kehendak Allah, peran kepala sekolah, ketua pembina olimpiade matematika, serta dukungan 1.000.000% dari seluruh elemen sekolah. Kesan saya lebih fokus di seluruh elemen sekolah,” terangnya.

Di akhir wawancara, ustadz Yusuf menyampaikan harapan melalui tim tebuireng.online untuk SMP Sains ke depannya.

“Semoga SMP Sains tetap kompak disetiap elemennya. Sebagaiamana mengamalkan kutipan dalam kitab karya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari yakni Adabul ‘alim walmuta’allim. Jika memang diterapkan oleh seluruh elemen sekolah, insyaallah akan semakin meningkat kualitas pendidikan maupun fasilitasnya,” harapnya.

Menurutnya 1000 orang buruk di tangan seorang istimewa, maka akan menjadi istimewa. 1000 orang istimewa di tangan seorang yang buruk, maka akan menjadi sangat buruk.

“Di SMP Sains Tebuireng, seluruh elemennya sangat baik dan berada di bawah kepemimpinan kepala sekolah yang sangat istimewa menurut kami, disiplin namun tetap mengayomi dan menyejukkan hati,” tambahnya.

Di waktu berbeda, ustadz Arief berharap agar SMP Sains terus menjadi sekolah favorit di Jombang sehingga bisa menjadi sekolah favorit di tingkat nasional dan tentunya bisa melahirkan  murid-murid yang berprestasi di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional di bidang olimpiade matematika.

Pewarta: Rafiqatul Anisah

SebelumnyaSambut Mahasiswa Baru, Prodi PBA Gelar 3 Agenda Sekaligus
Berikutnya3 Mahasantri Hadiri MUKERNAS BEM Pesantren se-Indonesia