Oleh: Achmad Siddiqur Rozzaq*

Berbicara terkait kritik matan, ulama terdahulu telah mencurahkan perhatiannya terhadap kritik matan ḥadῑṡ. Kitab yang membahas matan hadis, pertama muncul dalam bentuk penyelesaian hadis-hadis kontroversi, baik kontroversi hadis dengan hadis shahih.

Imam Ibn Qutaybah Al-Dinuri menulis kitab Ta’wil Mukhtalif al-Ḥadῑs, kitab ini senada dengan karya Imam Al-Syafi’i namun lebih banyak membahas ḥadῑṡ-ḥadῑṡ tentang aqidah. Ibnu al-Jauziy dalam koleksi kitab al-Maudhu’at.

Namun upaya mereka dalam penelitian kritik matan dianggap kurang maksimal baik oleh kalangan cendikiawan muslim sendiri ataupun dari kalangan orientalis. Berbagai pihak menuduh bahwa seleksi otentitas berita yang bersumber dari Nabi SAW.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Sepanjang dilakukan oleh para muhadditsin selalu terbatas pada penilitian sanad. Salah satunya ialah Ibn Khaldun yang pernah menyatakan demikian. Menyusul kemudian kaum orientalis yang menilai pusat perhatian kaum Muhaddiṡin hanya terpusat pada penelitian sanad.

Para ahli hadis modern pun mencoba menelusuri karya-karya ulama klasik yang secara khusus mengkaji masalah kritik matan. Ditemukanlah kitab kritik matan yang disinyalir memiliki standar sama dengan kritik matan di era modern, yaitu kitab al-Manarul Munif fis Ṣahihi wad Ḍa’if karya Ibnu Qayyim al-Jauziyah.

Kitab ini dikarang 3 tahun sebelum beliau wafat. Melalui kitab ini, Ibnul Qayyim menawarkan metode praktis untuk membedakan matan ḥadῑs yang ṣaḥiḥ dan ḍa’if, dari segi redaksi dan makna yang dikandungnya.

Para ulama memberikan perhatian khusus terhadap kitab ini, bahkan disinyalir bahwa penamaan al manarul munif fis shohihi wa dho’if merupakan pemberian Imam As Suyuti ketika beliau menuqil dalam kitabnya al-durrul mantsur, karena ketika awal mula ditemukannya manuskrip kitab ini tertulis dibagian depan “kitab al manar”.

Begitu pula dengan sarjana muslim kontemporer seperti Mulla Ali Al-Qori beliau menuqil tuntas dalam kitabnya al asrorul marfu’ah fil akhbaril maudhu’ah masalah kritik matan yang terdapat dalam kitab ini, hal ini menunjukkan bahwa kitab yang dikarang oleh Ibnul Qoyyim ini memiliki kharisma yang besar dalam kajian kritik matan era modern.

*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari.

SebelumnyaDi Balik Perubahan Besar Dunia Pendidikan Islam di Indonesia
BerikutnyaPencegahan Korupsi Perspektif Tasawuf