Tebuireng.online– Gresik- Ikatan Alumni Pesantren Walisongo (Ikapws) Cukir Jombang mengadakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) dengan mengusung tema “Berkhidmat untuk Umat Menuju IKAPWS yang Bermartabat” untuk periode 2021-2025.

Kegiatan Mukernas bertempat di De durian park Wonosalam Jombang, pada Minggu (10/10/2021). Keberadaan IKAPWS sendiri adalah bagian penting dalam menjalin ikatan emosional antara Ponpes Walisongo dan pengurus alumni yang tersebar di pelosok Nusantara.

Beberapa agenda yang menjadi bahan musyawarah di Mukernas ini adalah koordinator daerah di seluruh Nusantara agar selalu memberikan dan membantu semua program untuk kebesaran Ponpes Walisongo.

Termasuk hasil Mukernas yakni terbentuknya Jamiyyah Tahtimul Qur’an (JTQ) yang harus dimasifkan ke seluruh alumni Ponpes Walisongo dan program yang lain adalah biaya pendidikan gratis bagi anak yatim di Ponpes Walisongo serta program pendataan yang menjadi tugas bagi alumni.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Koordinator IKAPWS Kabupaten Gresik, Ch Nur Rokhimah mengatakan, Mukernas ini merupakan bentuk khidmah kita dalam menjalankan organisasi IKAPWS karena ini juga bagian amanah dari Pondok Walisongo untuk menjalankan program kealumnian sebagai bentuk syiar dalam risalah dakwah Ponpes Walisongo di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah semoga program ini bisa dijalankan secara istiqomah untuk membesarkan IKAPWS dan Pondok Walisongo,” tegas Rokhimah.

Dalam sambutannya, KH. Amir Jamiluddin, Pengasuh PPP Walisongo berpesan bahwa, “Berjuanglah yang ikhlas haruslah mendapat dukungan dari keridhaan dari suami. Karena ini penting, agar tidak ada sesuatu yang dirugikan, karena kalau sama-sama memberikan keikhlasan dalam berjuang di jalan Allah fa Insyaallah, Allah akan mengabulkan dan meridhai. Terus tetap semangat dalam menegakkan kalimat Allah Li i’llai kalimatillah,” tegasnya.

Gus Jamil sapaan akrab beliau, menambahkan, “Peserta Mukernas ini adalah wanita shalihah tangguh dan  hebat yang selalu memberikan semangat dan supportnya ke Ponpes Walisongo, santri Mbah Yai Adlan Aly serta membawa perubahan Islam yang rahmatal lil ‘alamin di masyarakat di daerah masing-masing,” tutup Gus Jamil.

Pewarta: Syafik hoo

SebelumnyaKisah Nabi Musa dan Ahli Maksiat Mendapat Syafaat Rasulullah
BerikutnyaMenambah Khazanah Keilmuan Santri di Era Digital