Tebuireng.online- Dalam acara Maulid Nabi Muhammad di Tebuireng, BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) mengadakan Orasi Kebangsaan Obrolan Realita Actual dan Spiritual Inspiratif “Sudahi Rebahan, Wujudkan Perubahan”, di gedung KH Yusuf Hasyim lantai 3, pada Sabtu (27/11/2021). Dihadiri dua pemateri, KH. Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) dan Bapak Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI. Tampak hadir Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz memberikan sambutan pada acara tersebut.

Dalam sambutannya, Gus Kikin sangat mengapresiasi atas  terselenggaranya acara ini, “Banyak harapan-harapan kita kepada panjenangan  dari mahasiswa atau mahasiswi dan santri. Mudah-mudahan untuk kesempatan kali ini kita bisa mengambil motivasi dan mendapatkan pencerahan dari Menteri BUMN dan Gus Miftah. Kita doakan mudah-mudahan di Kementerian BUMN sukses selalu dan mampu meningkatkan kinerja BUMN Indonesia,”  harap beliau.

Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa Gus Miftah bukanlah orang lain akan tetapi beliau merupakan bagian dari Tebuireng yang memiliki keterikatan dengan Hadratussyaikh yang melalui jalur Nyai Nafiqah, yang mana Gus Miftah sekarang ini banyak digemari oleh para pemuda-pemuda. Mudahan-mudahan menjadi motivasi-motivasi bagi anak-anak muda, mahasiswa dan para santri yang ada di Unhasy

“Sejak didirikannya pertama kali Tebuireng pada tahun 1899, fokus pelajaran lebih dikhususkan pada pelajaran agama yang hingga sekarang sudah banyak perkembangan dan perubahan. Khususnya Unhasy yang mengalami perubahan yang signifikan dan salah satu yang berada di bawah naungan Tebuireng. Dan kepada Prof. Dr. Haris Supratno selaku Rektor Unhasy semoga ke depannya lebih baik,” jelas beliau.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Menurut penjelasan Pengasuh Pesantren Tebuireng dilihat dari sisi ruhnya mahasiswa dan mahasiswi Unhasy harus memahami betul apa saja yang ditinggalkan oleh Hadratussyaikh, yang mana beliau banyak peninggalannya  salah satunya dalam hal keilmunan.

Dilanjutkan orasi kebangsaan oleh Gus Miftah dan Pak Erick Thohir dengan moderator Gus Ipang. Acara ditutup dengan pemberian cinderamata kepada setiap pemateri, moderator serta  foto bareng bersama Dzurriyah Tebuireng.


Pewarta: Adawiyah

SebelumnyaRektor Unhasy Jelaskan Urgensi BUMN dalam Kurikulum Merdeka Belajar
BerikutnyaGus Miftah: Tunjukkan Prestasimu dengan Karya