Sumber: panjimas.com

Oleh: Almara Sukma*

Doa adalah senjata terhebat bagi orang muslim. Doa merupakan hal yang baik. Dalam kehidupan sehari-hari tidak jarang kita mendengar permintaan doa dari seseorang kepada orang lain, misalnya, “Doakan saya, besok saya ujian, doakan saya semoga diberikan kesehatan, doakan saya semoga selamat sampai tujuan”, dan biasanya ketika seseorang berulang tahun berkata, “Saya tidak menginginkan kado yang mahal dari kamu, doakan saya akan kebaikan, itu lebih baik daripada kado yang mahal.”

Sebenarnya, tanpa diminta untuk mendoakan, kita harus tetap mendoakan. Seperti contoh ketika ada orang yang berbuat kebaikan kepada kita, doakanlah dia. Apabila ada orang yang menolong kita ketika kita susah dan kita tidak bisa membalasnya, selain ucapan terima kasih, doakanlah dia dengan ikhlas itu merupakan balasan yang baik. Mendoakan tanpa diminta itu lebih baik daripada mendoakan dengan diminta.

حَدَّثَنَا رَجَاءُ بْنُ الْمُرَجَّى حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ ثَرْوَانَ حَدَّثَنِي طَلْحَةُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ كَرِيزٍ حَدَّثَتْنِي أُمُّ الدَّرْدَاءِ قَالَتْ حَدَّثَنِي سَيِّدِي أَبُو الدَّرْدَاءِ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا دَعَا الرَّجُلُ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ قَالَتْ الْمَلَائِكَةُ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

Telah menceritakan kepada Kami Raja` bin Al murajji telah menceritakan kepada Kami An Nadhr bin Syumail, telah mengabarkan kepada Kami Musa bin Tsarwan telah menceritakan kepadaku Thalhah bin ‘Ubaidullah bin Kariz, telah menceritakan kepadaku Ummu Ad Darda`, ia berkata; telah menceritakan kepadaku suamiku Abu Ad Darda` bahwa ia mendengar Rasulullah shallAllahu wa’alaihi wa sallam bersabda: “Apabila seseorang mendoakan saudaranya secara sembunyi-sembunyi maka Malaikat akan berkata; aamiin, dan semoga engkau mendapatkan hal yang sama.”[1]

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ketika kita mendoakan seseorang, orang tersebut tidak harus mengetahui bahwa kita mendoakannya. Hal terpenting dalam mendoakan orang lain adalah bukan agar orang tersebut mengetahui bahwa kita telah mendoakannya, akan tetapi bagaimana agar doa kita untuknya itu diijabah oleh Allah SWT.

Dalam kehidupan lingkungan pondok ketika ada ujian sering kita mendengar ‘doakan teman kamu agar lulus ujian’, maka malaikat akan mengamini doa kamu dan mendoakan hal yang sama kepada kamu. Doa kamu belum tentu diijabah oleh Allah SWT akan tetapi doa malaikat memiliki peluang lebih besar diijabah daripada doa kamu. Ternyata hal ini bukanlah omong kosong semata akan tetapi berlandaskan pada hadis Nabi,

حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ سَرْوَانَ الْمُعَلِّمُ حَدَّثَنِي طَلْحَةُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ كَرِيزٍ قَالَ حَدَّثَتْنِي أُمُّ الدَّرْدَاءِ قَالَتْ حَدَّثَنِي سَيِّدِي أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ دَعَا لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami An Nadhr bin Syumail telah menceritakan kepada kami Musa bin Sarwan Al Mu’allim telah menceritakan kepadaku Thalhah bin ‘Ubaidullah bin Kariz dia berkata; telah menceritakan kepadaku Ummu Ad Darda’ dia berkata; Sayyidi (suamiku) telah menceritakan kepadaku bahwasanya ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) yang berjauhan, melainkan malaikat akan berkata; ‘Amiin dan bagimu kebaikan yang sama.[2]

Mendoakan kebaikan pada diri sendiri itu baik, mendoakan kebaikan pada orang lain juga baik dan merupakan sarana agar kita mendapatkan potensi dikabulkan dan doa dari malaikat.

Doakanlah mereka ketika selesai sholat sunnah, doakanlah mereka ketika kita selesai sholat fardhu atau doakanlah mereka di setiap waktu kita. Ketika doa kita sudah  diijabah oleh Allah SWT, kita tidak boleh merasa puas, tinggi hati dan merasa berjasa, meskipun doa kita memang kuat. Teruslah berdoa akan kebaikan kepada Allah SWT baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.


[1] HR. Abu Dawud No. 1534

[2] HR. Muslim No. 2732


*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

SebelumnyaGus Sholah Lahir di Tengah Pergolakan
BerikutnyaDakwah yang Terselubung