KH. Musta’in Syafi’i memberi pesan tentang gerhana bulan di masjid Tebuireng.

Tebuireng.online– Berdasarkan press release Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jumat 19 November 2021 terjadi gerhana bulan sebagian.

Menindaklanjuti pemberitahuan tersebut, Pesantren Tebuireng menggelar salat gerhana bulan atau salat khusuf.

Pelaksanaan salat gerhana ini dilakukan setelah pelaksanaan salat maghrib berjamaah di masjid Pondok Putra Pesantren Tebuireng, dipimpin oleh KH. A. Musta’in Syafi’i sekaligus menjadi khatib pada pelaksanaan salat tersebut.

“Ketika terjadi gerhana pada masa Rasulullah, banyak sekali mitologi-mitologi yang tersebar di masyarakat. Untuk itu Rasulullah meng-counter mitologi tersebut dengan melaksanakan salat gerhana, kusuf dan khusuf,” terang Kiai Ta’in pada jamaah.

Hal ini dilakukan, lanjut Kiai Ta’in, karena hakikatnya gerhana tersebut adalah salah satu tanda akan kebesaran Allah SWT.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Gerhana ini salah satu tanda kuasa Allah,” ungkap Khatib saat menjelaskan peristiwa gerhana pada masa Rasulullah.

Salat gerhana bulan di pondok putra Pesantren Tebuireng ini diikuti oleh seluruh santri dan para ustadz Pesantren Tebuireng.

Pewarta: al fahrizal

SebelumnyaMelalui Silatnas, Ketua AMALI Optimis Ma’had Aly Semakin Maju
BerikutnyaResmi Dibuka! Silatnas AMALI Dihadiri Mudir hingga Tendik se Indonesia