Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz menyampaikan pesan untuk mahasantri lulusan Mahad Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng.

Tebuireng.online– Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Ahad (5/9) usai menyelenggarakan Rapat Senat Terbuka yang meluluskan 48 Mahasantri. Saat itu, KH. Abdul Hakim Mahfudz, Pengasuh Pesantren Tebuireng memberikan enam pesan secara khusus terhadap para wisudawan.

Enam pesan tersebut sebagai ungkapan syukur dan apresiasi atas selesainya masa pendidikan mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng. Adapun enam pesan tersebut ialah;

  1. Pada tahun 80an, banyak ulama khawatir akan turunnya minat orang belajar agama. Sehingga pada tahun 90an KH. R. As’ad Syamsul Arifin mendirikan sebuah unit pendidikan yang setara dengan Strata 1 yang berfokus pada pengkajian agama setelah santri menamatkan pendidikan di pesantren. Nama pendidikan itu ialah Ma’had Aly.
  2. Ketika kalian mengabdi, kalian tidak boleh menjadikan pengabdian adalah suatu beban, tetapi berpikirlah bahwa mulai saat itu kalian mulai belajar menyalurkan ilmu kepada orang banyak.
  3. Beruntunglah kalian karena terpilih untuk menyambung rangkaian rantai kelimuan dari Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari yang sampai kepada Rasulullah dan hal ini harus selalu ditanamkan didasar hati mahasantri, baik yang masih menempuh pendidikan di Ma’had Aly atau yang telah selesai.
  4. Sejak 110 tahun yang lalu, sekitar akhir abad 19 modernisasi Islam sudah dimulai dan Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari setuju dengan konsep modernisasi Islam tersebut. Tetapi ada juga yang tidak menerima modernisasi lalu meninggalkan madzhab dan ini yang harus dijaga dan dipertahankan.
  5. Jangan lupa membuat tulisan-tulisan bernuansa Aswaja dan diupload di media sosial untuk menjelaskan kepada generasi muda yang kebingungan megenai nilai-nilai dasar Aswaja dan berkiblat pada pemikiran Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari.
  6. Dan semoga apa yang kalian peroleh dari Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, menjadi ilmu yang manfaat dan berkah.

Pewarta: Dimas Setyawan

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
Sebelumnya48 Mahasantri Diwisuda, Berikut Peraih Nilai Terbaik
BerikutnyaDi Balik Perubahan Besar Dunia Pendidikan Islam di Indonesia