Oleh: Seto Galih Pratomo*

Setiap tanggal 21 September 2021 di Indonesia diperingati dengan Hari Tani Nasional yang ditetapkan oleh Presiden Ir. Soekarno melalui Keppres No. 169 Tahun 1963. Tanggal 24 September sengaja dipilih sebab juga merupakan momentum pengesahan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960). Ada yang pernah berkata Petani yaitu penyangga tatanan negara Indonesia.

Amat pentingnya petani, seorang tokoh pahlawan nasional yang juga pendiri organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari menerangkan teramat pentingnya peran seorang petani.

Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy‘ari, dalam tulisannya, menerangkan bahwa petani adalah benteng terakhir bagi pertahanan negeri. Hadratussyaikh kerap kali menyerukan kepada kaum tani, kesuburan tanah, serta menyerukan hak kepemilikan atas tanah.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Hadratussyaikh menulis tentang pertanian dengan judul Keotamaan Bertjotjok Tanam dan Bertani, dengan judul kecil Andjoeran Memperbanyak Hasil Boemi dan Menjoeboerkan Tanah, Andjuran Mengoesahakan Tanah dan Menegakkan Ke’adilan. Tulisan satu halaman itu dimuat majalah Soera Moeslimin Indonesia No. 2 Tahun ke-2, 19 Muharom 1363. Mengutip tulisan Muntaha dari kitab Amalil Khuthaba, Kiai Hasyim menulis:

“Pendek kata, bapak tani adalah goedang kekajaan, dan dari padanja itoelah Negeri mengeloearkan belandja bagi sekalian keperloean. Pa’ Tani itoelah penolong Negeri apabila keperloean menghendakinja dan diwaktoe orang pentjari-tjari pertolongan.

Pa’ Tani itoe ialah pembantoe Negeri jang boleh dipertjaja oentoek mengerdjakan sekalian keperloean Negeri, jaitoe diwaktunja orang berbalik poenggoeng (ta’ soedi menolong) pada negeri; dan Pa’ Tani itoe djoega mendjadi sendi tempat negeri didasarkan.”

Dan cerita turun temurun di Pesantren Tebuireng, menceritakan salah sebab diliburkannya pengajian di pondok pada malam selesa karena Hadratussyaikh mendidik santri-santrinya untuk bertani, bercocok tanah di sawah. Karena beliau mengajarkan kepada santrinya betapa penting seorang petani dalam kehidupan.

*alumni Pesantren Tebuireng Jombang.

SebelumnyaSiap Tarik Pengunjung, Pesantren Tebuireng Menggelar Workshop Pengelolaan Museum
BerikutnyaPesantren Tebuireng Raih Penghargaan Pondok Peduli Kesehatan Lingkungan