Tim Tebuireng.Online, Rara Zarary sharing soal website pesantren dan literasi digital bersama santri Komplek-Q Al Munawwir Yogyakarta. (dok: almunawwir)

Tebuireng.online—Tim Redaktur website Tebuireng.Online (TO), Rara Zarary diundang menjadi salah satu pembicara dalam forum webinar “Strategi Pengelolaan Website Berbasis Pesantren” oleh santri Al Munawwir Komplek-Q, Krapyak Yogyakarta melalui Zoom Meet, Sabtu (16/10).

Selain dari Tim Tebuireng.Online hadir juga sebagai pemateri, Redaktur Pelaksana NU Online, Mahbib Kroiron.

Dalam forum itu, Rara Zarary memulai pembahasan mengenai pengelolaan website pesantren yang tak lepas dari kemampuan pesantren dan individu dalam memahami literasi, khususnya literasi digital, sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.

“Sudah menjadi bagian penting untuk membangun sumber daya manusia di pesantren yang mumpuni dalam bidang literasi, termasuk dalam mengelola dan memahami penggunaan media sosial, salah satunya website,” ungkap perempuan lulusan Magister Komunikasi UNS itu.

Bagi Rara, memahami literasi digital sudah menjadi bagian yang tidak bisa dielakkan di zaman ini. Terutama bagi kaum pesantren yang notabenenya adalah lembaga keagamaan yang keilmuan dan sudut pandanganya tentang banyak hal selalu ditunggu dan diharapkan oleh masyarakat luas.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Pesantren tidak bisa menutup mata atas kehadiran teknologi digital, salah satunya media sosial. Yang bisa kita lakukan adalah memanfaatkan teknologi itu sebaik mungkin dan semaksimal mungkin, sebagai ladang/medan dakwah pesantren di era ini,” tegasnya.

Terlepas pembahasan posisi pesantren dalam menghadapi kehadiran teknologi informasi dan komunikasi itu, Rara mengungkapkan bahwa komponen penting yang tidak bisa diabaikan adalah peran santri di era digital.

“Selain memiliki tugas belajar, santri juga diupayakan untuk memahami literasi digital, cakap digital. Sehingga mampu memanfaatkan media sosial dengan baik, menebar konten manfaat. Bukan sekadar menjadikan medsos sebagai media hiburan,” imbuhnya.

Dalam forum yang sama, Redaktur Pelaksana NU Online, Mahbib Khoiron menyampaikan strategi SEO dalam meningkatkan peringkat dan pemeliharaan website pesantren.

“Selain memperhatikan konten/isi yang akan diposting, pengelola juga perlu memperhatikan keyword atau kata kunci dari artikel yang akan diposting. Hal tersebut terkait dengan kebutuhan mesin pencarian masyarakat,” ungkap Mahbib yang juga berbagi banyak strategi bagaimana meningkatkan rating website.

Untuk diketahui, webinar Strategi Pengelolaan Website Pesantren ini dimulai pukul 13.00 hingga 15.45 Wib yang diikuti sekitar 57 santri Komplek-Q Al Munawwir Krapyak Yogyakarta, dan beberapa peserta dari luar pesantren (red.umum).

Pewarta: MS/tebuirengonline

SebelumnyaMenggagas Pembaruan Pendidikan Pesantren
BerikutnyaMemahami Relevansi Al-Qur’an & Hadist di Era Modern