Oleh: Qanaatun Putri

Cum Laude bisa diterjemahkan oleh kata With Praise, gelar Cum Laude berarti lulus dengan kehormatan, wisuda dengan lulus kehormatan, memiliki IPK tinggi. Cum Laude juga diberikan kepada mahasiswa dalam satu angkatan dengan Indeks Prestasi Akademik (IPK) tertinggi di akhir studi yaitu nilai 4. Ada beberapa macam cum laude di antaranya:

  • Maxima Cum Laude (Kehormatan sangat besar) Lulus dengan IPK sempurna 4.0
  • Summa Cum Laude (Pujian Tertinggi) Lulus dengan IPK 3.80 ke atas
  • Magna Cum Laude (Pujian Besar) Lulus dengan IPK 3.60-3.79
  • Cum Laude (Dengan Pujian) Lulus dengan IPK 3.40-3.59

Bagi orang yang menganyam pendidikan di perguruan tinggi, tidak bisa dipungkiri lulus dengan predikat yang Cum Laude menjadi mimpi besar setiap mahasiswa. Selain membanggakan kedua orangtua, keluarga besar, kalian juga dengan mudah mendapatkan beasiswa magister, penunjang masa depan, melamar pekerjaan menjadi mudah, bahkan pelung diterima sangat besar di saat mendaftarkan CPNS. Meski demikian, untuk mendapatkan predikat Cum Laude tidak semudah membalikkan tangan, penuh perjuangan dan pengorbanan untuk menyabet predikat tersebut. Harus giat belajar, aktif dalam berorganisasi, menuntaskan tugas-tugas kuliah tepat pada waktunya.

Apakah kita belajar giatnya di saat semester akhir saja? Jawabannya tentu tidak, pasalnya predikat Cum Laude itu sendiri ditentukan berdasarkan nilai IPK yang kalian dapatkan dari semester 1 hingga semester akhir. Selain itu, harus meraih nilai yang memuaskan dari semester awal hingga akhir, artinya tidak ada kata pengulangan mata kuliah. Jadi Cum Laude sendiri memiliki makna predikat pujian yang diberikan kepada mahasiswa dengan nilai terbaik dari kampusnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Cum Laude memang menjadi sebuah impian setiap mahasiswa, selain menjadi penunjang masa depan, Cum Laude juga belum bisa menentukan kesuksesan seseorang. Karena rezeki sudah diatur oleh Sang Maha Pencipta. Sukses masuk ke dalam takdir, yang kita ketahui takdir terbagi menjadi dua macam yakni; Pertama, takdir mubram yaitu takdir yang tidak dapat dirubah contohnya jenis kelamin, kematian, hari kiamat. Kedua, takdir mu’allaq yaitu takdir yang bisa dirubah contohnya miskin menjadi kaya, bodoh menjadi pintar, sakit menjadi sembuh, hal inilah bersangkutan dengan kesuksesan seseorang, kalau dia bersungguh-sungguh ikhtiar, kemudian tawakal, in sya Allah akan sukses.

SebelumnyaMerawat Kesaktian Pancasila
BerikutnyaFirasat Kebesaran Tokoh Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari