Oleh: Quratul Adawiyah*

Abdullah Syafi’i ibnu Syahid Mubarak pernah mengungkapkan bahwa perempuan mempunyai peran penting dalam perkembangan Islam. Karena kelak perempuanlah yang akan menuntun anak-anaknya dalam menjalani hari-hari mereka. Tidak terbayangkan bagaimana generasi penerus muslim yang dibesarkan oleh perempuan-perempuan  yang tidak tahu hukum Islam.

Dari sana kita tahu betapa besar peran perempuan terhadap para generasi-generasi setelahnya. Sangat penting sekali bagi kita, untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan   diri, karena jika generasi perempuan adalah generasi yang berkualitas. Maka ia yang bukan hanya memiliki keahlian, tetapi juga memiliki kepribadian atau karakter yang istimewa. Sebab kepribadian tidak bisa dibentuk dalam waktu sekejap melainkan ia adalah  akumulasi dari pembiasaan yang mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, sebagai perempuan harus mengetahui segala hal dan mampu mengatasi setiap permasalahan. Di antaranya bagian-bagian permasalahan yang sering terjadi antara lain:

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
  1. Berdamai dengan diri sendiri

Berdamai dengan diri sendiri adalah awal dari produktivitas kita mengisi usia. Sebab hanya dengan merasa nyamanlah kita bisa bebas berekspresi dan leluasa bereksplorasi. Ciri orang yang nyaman dengan diri sendiri adalah menerima kelebihan dan kekurangannya, serta terus mengembangkan kelebihannya sebagai tolak ukur berbagi kemanfaatan terhadap sesama dan yang terpenting juga mengikhlaskan peristiwa apapun yang ada di masa lalunya, sehingga ia tidak lagi membandingkan dirinya dengan orang lain.

  1. Menemukan potensi diri

Ketika seseorang belum menemukan potensi dirinya, yang terjadi adalah borosnya sumber daya yang ia keluarkan untuk sesuatu yang sebenarnya tidak relevan bagi hidupnya. Baik dari segi waktu maupun materi seperti halnya ketika sekolah dan kuliah, ia memilih jurusan yang salah, akhirnya bertahun-tahun sekolah dan kuliah hanya demi nilai dan lulus, ternyata materi pelajaran dan perkuliahan tidak sesuai dengan bidang yang diminati. Habis waktu, usia, biaya, tenaga, namun hasilnya tidak maksimal karena bidang itu tidak diminatinya. Maka urgensi menemukan potensi di usia muda adalah prioritas demi menghemat beragam sumber daya yang kita punya.

  1. Pentingnya menemukan ladang berkontribusi

Belum ketemunya ladang kontribusi ini adalah salah satu bagian dari tidak ketemunya potensi diri. Padahal sebenarnya kita bisa berkontribusi lebih maksimal saat kontribusi itu bertemu dengan potensi diri. Misalnya, ada yang potensi dirinya adalah kepemimpinan. la memiliki bakat leadership yang baik. Tetapi ia justru memilih berkontribusi dalam bidang jurnalistik. Padahal kemampuan jurnalistiknya biasa saja. la harusnya bisa memegang kendali atas beragam organisasi besar, ia lebih dibutuhkan di sana, tetapi karena ia tak paham dengan potensi itu, akhirnya ia salah memilih ladang kontribusi.

  1. Karakter yang rapuh

Banyak yang mengeluhkan tentang menurunnya kesantunan dalam komunikasi sosial anak muda saat ini. Bahkan tidak sedikit yang berpendapat bahwa moral remaja saat ini terkikis karena kurangnya pendidikan akhlak yang diberikan pada mereka. Yang mana lebih mengedepankan kepintaran dan kecerdasan. Padahal akhlak yang mulia adalah pondasi bagi hadirnya generasi yang kuat.

5.Salah memilih circle komunitas

Pertemanan juga sangat berpengaruh terhadap kehidupan kita, karena jejaring pertemanan tidak boleh kita sepelekan. Ini salah satu masalah serius bagi anak muda. Tidak bisa prinsip berteman dengan siapa saja diamalkan begitu saja. Karena usia muda masih butuh pijakan kuat untuk berani memutuskan. Kalau lingkungan pertemanannya tidak baik.khawatirnya pengaruh negatifnya lebih kuat daripada nasehat orang tuanya.

  1. Mencari role model

Mengapa anak muda perlu role model? Karena role model itulah yang akan menjadi sosok teladan dalam hidupnya. Sosok itu yang senantiasa ia jadi tolak ukur dalam bermimpi, bersikap, mempertimbangkan serta menentukan beragam pilihan penting dalam hidupnya. Maka role model ini harapamnya adalah pribadi yang positif, sehingga bisa menjadikan hidup anak mudah lebih terarah.

  1. Pengaturan waktu yang berantakan

Karena godaan aktivitas menyenangkan sehingga waktu yang begitu sangat penting digunakan pada hal-hal yang tidak bermanfaat seperti hanlnya menyeklor instagram dan medsos lainnya, padahal banyak pekerjaan lain yang harus segera diselesaikan terlalu banyak menghabiskan waktu hanya untuk enjoy merasa hidup selamanya lupa hari esok dan ke depannya untuk menggapai mimpi-mimpinya. Kebiasaan hal itulah khawatirnya dilakukan berlarut-larut sehingga menjadi habits yang susah diubah untuk setelahnya.

Oleh karena itu, sebagai perempuan sudah selayaknya menyadari peran serta peduli akan  banyak masalah yang harus diatasi, terutama nanti ketika sudah mendidik anak.


*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

SebelumnyaSantri Putri Unjuk Kemampuan dalam Muhadharah Kubro
BerikutnyaMengapa Manusia Punya Luka Batin dan Bagaimana Menyembuhkannya?