Oleh: Devi Yuliana*

Salah satu kodrat perempuan yang tidak dimiliki laki-laki adalah hamil. Hanya para perempuan saja yang mengetahui bagaimana suka-duka yang dirasakan semasa mengandung hingga melahirkan. Mual, pusing, tidak nafsu makan, lemas merupakan makanan sehari-hari bagi ibu hamil, meski ada juga perempuan hamil yang tidak merasakan gejala apapun.

Kehamilan juga menjadi suatu anugerah besar bagi perempuan. Karena dengan kehamilan, Allah telah mempercayakan seorang anak yang akan menjadi generasi penerus umat. Kebahagiaan seorang perempuan pun semakin menjadi lengkap tatkala perempuan tersebut sudah menyandang gelar seorang ibu.

Namun, kabar baik untuk para ibu yang sedang mengandung, karena Allah telah mempersiapkan pahala yang besar bagi seorang perempuan yang sedang mengandung. Pahala yang tiada tandingannya di dunia maupun di akhirat. Pahala yang diceritakan oleh Rasulullah saw. sendiri kepada putrinya, Fatimah.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Suatu ketika Rasulullah berwasiat kepada Fatimah, “Wahai Fatimah, apabila wanita mengandung, malaikat memohonkan ampun baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Di dalam kubur, ia akan mendapatkan taman yang indah yang merupakan bagian dari taman surga. Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan serib malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.”

Malaikat akan memohonkan ampun baginya

Ketika seorang perempuan sedang mengandung, maka para malaikat akan memohonkan ampun bagi perempuan tersebut. Dimulai dari hari pertama kehamilan hingga perempuan tersebut hamil.

Allah menetapkan baginya 1000 kebaikan dan menghapuskan 1000 kejelekan

Di saat perempuan merasakan begitu dahsyat rasa sakit yang dirasakan saat kontraksi, di saat itu pula Allah akan menetapkan seribu kebaikan dan menghapuskan 1000 kejelekan dari perempuan tersebut. Subhanallah, bukankah perjuangan seorang perempuan tatkala melahirkan akan diberikan pahala yang sesuai dengan perjuangan itu.

Dosanya bersih dan seperti terlahir kembali

Tatkala seorang perempuan berhasil melahirkan anaknya, maka dosa-dosanya dibersihkan serta ia seperti manusia yang terlahir kembali tanpa memiliki dosa.

Menjadi syahid tatkala wafat ketika melahirkan

Ini merupakan pahala yang paling besar, yakni dicatat mati syahid apabila perempuan tersebut wafat ketika hamil dan ketika sedang melahirkan. Dalam sebuah hadits yang terdapat dalam kitab Sunan Abi Dawud, Rasulullah bersabda

            قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ: الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ، وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ، وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ، وَالَّذِي يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ، وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ

Artinya: Rasulullah saw. bersabda: Seorang yang dicatat mati syahid itu ada tujuh selain yang terbunuh dalam perang di jalan Allah. Yakni, mati karena penyakit tha’un, mati tenggelam, mati karena penyakit lambung, mati karena sakit perut, mati karena terbakar, mati karena tertimpa reruntuhan, dan perempuan yang mati karena hamil atau melahirkan.

Dalam hadits di atas disebutkan bahwa seorang perempuan yang meninggal tatkala hamil dan melahirlkan maka akan dicatat sebagai orang yang mati syahid. Betapa besarnya pahala yang diperoleh seorang perempuan yang sedang mengandung dan melahirkan. Hal ini juga tak lepas dari perjuangan berat yang dialami seorang ibu. Oleh sebab itulah kita tidak boleh durhaka kepada orang tua.


Sumber: Fikih Parenting karya Mahdaniyal H.N. dan Ahmad Zubair


*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

SebelumnyaStigma Kuliah Daring?
BerikutnyaSiswa Aliyah Tebuireng Borong Kejuaraan Tingkat Nasional