Tarim Kota Santri dan Kota Wali di Yaman (Bagian II)

2438
(Sumber foto: isyniesansansunni.blogspot.com)

Doa Khalifah Abu Bakar untuk Tarim

Seluruh penduduk Tarim berbaiat setia kepada Khalifah Abu Bakar. Sampai kemudian kabar tentang dibaiatnya seluruh penduduk Tarim ini sampai ke telinga Khalifah Abu Bakar. Maka Sang Khalifah pun langsung mendoakan penduduk Tarim dengan tiga kebaikan, yaitu didoakan semoga di Tarim tumbuh serta muncul banyak orang sholeh seperti tumbuhnya rerumputan atau sayur mayur, semoga airnya selalu jernih, segar dan diberkati, semoga Tarim selalu makmur hingga akhir zaman. Rupanya doa dari Khalifah Abu Bakar dikabulkan oleh Allah SWT.

Sampai sekarang, Tarim tumbuh sebagai pusat ilmu agama Islam. Para dai yang telah belajar di Tarim menyebar ke berbagai negeri untuk mendakwahkan agama Islam. Banyaknya para ulama serta ribath atau pesantren di Tarim menandakan kota ini penuh dengan keberkahan berkat doa sahabat Abu Bakar. Diceritakan bahwa di kota Tarim terdapat tiga keberkahan, yakni keberkahan pada setiap masjidnya, keberkahan pada tanahnya, dan keberkahan pada pegunungannya.

Keberkahan di masjid yang dimaksud adalah setiap masjid di Kota Tarim pasca kepindahan Ba’alawi menjadi universitas-universitas yang melahirkan ulama-ulama terkenal pada masanya. Salah satu tempat penyebaran ilmu yang sudah berumur ratusan tahun adalah rumah al Imam Faqih al Muqaddam yang meninggal pada tahun 623 H.

Aliran dan Konflik antar Sekte Islam di Yaman

Di Yaman ini banyak sekali aliran dalam agama Islam sebut saja; Salafi, Sunni, Syiah, dll. Syiah yang dianut sebagian masyarakat Yaman adalah Syiah Zaidiyah yang dulu berpusat di Ibu Kota Sana’a. Di Yaman, sekte tersebut berkembang pesat. Awalnya, hanya dianut orang-orang pegunungan, sekarang Shan’a (ibu kota negara Republik Yaman), tetapi kemudian menyebar ke daerah dataran rendah. Bersatunya Yaman Utara dan Selatan juga mendukung berkembangnya aliran atau sekte ini secara politis. Sejak bergabung pada tahun 1990 itu, Yaman dipimpin oleh Presiden Ali Abdullah Saleh yang banyak disebut sebagai pemimpin pro Syiah.

Namun, melalui kudeta sejak 2011-2012, Presiden Saleh dapat digulingkan oleh Abed Rabbo Mansour Hadi yang beraliran Sunni yang memerintah secara sah di Yaman hingga sekarang. Namun, konflik kembali pecah sejak awal 2015 dimana Houthi yang disokong oleh mantan Presiden Saleh menkudeta Presiden Hadi hingga mundur ke Aden. Kelompok Houthi yang beraliran Syiah menguasai Ibu Kota Yaman, Sana’a.

Selain itu, kelompok Radikal ISIS juga ikut dalam perang ini, beberapa kali sejak 2016 lalu telah melakukan beberapa serangan di beberapa kota seperti Aden, Mukalala dan selatan Yaman yang menimbulkan korban jiwa. Selain Wahabi Radikal seperti ISIS, di Yaman juga ada Wahabi yang melakukan dakwah dengan jalur pendidikan dan politik. Mereka mempunyai partai bernama as Syam yang mewadahi aspirasi mereka di kancah parlemen. Di jalur pendidikan mereka mendirikan beberapa sekolah dan perguruan tinggi seperti Jami’atu al Iman di Sana’a.

Tiga sekte, Wahabi, Sunni, dan Syiah adalah bagian dari sejarah panjang Islam di Yaman. Ketiganya menjadi tiga sekte besar di Yaman. Tarim yang merupakan bagian dari Hadramaut merupakan basis Sunni yang mengikuti madzhab Syafi’i dalam fikih, Imam Asy’ari dalam aqidah adan al Ghazali dalam tasawuf.

  Renungan Harian Sufi di Bulan Suci (Bagian 1)

Tiga Institusi Pendidikan Besar dan Gairah Keilmuan di Tarim

Di Tarim, ada tiga institusi pendidikan yang banyak dipilih oleh pelajar Indonesia. Ada Darul Musthofa dan Rubath Tarim yang tidak jauh berbeda sistem pendidikannya dengan pondok pesantren di Indonesia. Ada juga yang menjadi favorit adalah Universitas al Ahgaff, khususnya Fakultas Hukum dan Syariah. Bila dibandingkan dengan Darul Musthofa dan Rubat Tarim, mahasiswa al Ahgaff lebih memiliki kebebasan dalam mengatur kegiatan mereka. Berbeda dengan dua lembaga lainnya yang cenderung selalu memonitor dan mengatur para pelajar. Kebebasan ini diberikan, untuk menekankan mahasiswa agar lebih dewasa dalam mengatur waktu. Karena kebebasan ini pula, mahasiswa al-Ahgaff lebih cenderung dipilih sebagai pengurus PPI Hadhramaut. Mereka lebih leluasa berorganisasi, mengadakan kegiatan pendidikan dan bekerja sama dengan KBRI Sana’a.

Karena kota ini adalah kota peradabaan Islam sebagaimana dinobatkan oleh UNESCO tahun 2010 lalu, maka ketika memasuki Ramadan kajian ilmiah setiap Ba’da Ashar (Rauhah) digelar di hampir semua Masjid di Kota Tarim. Banyak mahasiswa yang sedang berlibur biasanya memilih menghabiskan waktu tinggal di salah satu rumah seorang syaikh untuk mengikuti kajian keilmuan. Dari tanggal 1 sampai 20 Ramadan setiap harinya biasanya mereka mengaji 3 sampai 4 mata pelajaran, tak jarang pula ada pelajaran tambahan setelah shalat Tarawih sampai menjelang waktu sahur. Di sisi lain setiap selepas shalat shubuh sampai waktu isyraq (terbitnya matahari sampai setinggi ujung tombak) mahasiswa membuat halaqah tahzib, yaitu membaca Al Qur’an dengan jumlah 5-7 orang secara bergantian setiap orang satu halaman.

Kesimpulannya, Tarim adalah kota yang mulia dan agung atas adanya banyak ulama dan para wali yang senantiasa menyuburkan  bumi tersebut  dengan keredupan perilaku serta kearifan mereka dalam  memegang, memelihara, mengajarkan serta mendakwahkan tradisi ajaran-ajaran Islam dengan segala keasliannya secara turun temurun, termasuk banyaknya keturunan Rasulullah SAW yang hidup di Yaman ini. Diantara nama-nama ulama dan aulia’ Tarim yang terdahulu adalah seperti Imam Ahmad al-Muhajir (induk leluhur Bani Alawiyyin), Imam Faqih al-Muqaddam (pelopor awal Tariqat Ba’alawi), Imam Abdul Rahman as Seqaf, Imam Abdullah al-Haddad (pengukuh dan pembaharu Tariqat Ba’alawi), Syaikh Umar al-Mudor, Habib Ahmad bin Umar as Syathiri dan masih banyak lagi. Sedangkan alim-ulama terkini ada Habib Salim bin Abdullah as Syathiri, Habib Hassan as Syathiri, Habib Ali Masyur bin Hafidz, Habib Umar bin Hafidz, Habib Kazhim, Habib Zaid Ben Yahya,  Prof Dr Habib  Abdullah Baharun dan lain-lain.

Rahmat dan kurniaan Allah tidak putus-putus mencucuri bumi barokah ini.  Maka  nyatalah isyarat yang di pernah disabdakan  oleh Rasulullah SAW : “ aku menghirup nafas-Rahmat dari arah Yaman”. Rasulullah SAW juga pernah bersabda: “Penduduk Yaman datang, mereka lebih lembut hatinya. Iman ada pada orang Yaman. Fakih juga ada pada orang Yaman. Kemudian hikmah juga ada pada orang Yaman. “ (HR Bukhari).


*Disarikan dari berbagai sumber