Setelah pada bagian 1 dan 2 telah memuat 10 tanda hari kiamat, berikutnya kami ulaskan 6 tanda hari kiamat yang tersisa dalam kitab Risalah Ahulissunnah wal Jama’ah karangan Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari. Berikut adalah ulasannya:

Munculnya asap memenuhi timur dan barat

Tentang dukhan, al Allamah al Khazin dalam kitab tafsirnya mengatakan, “Hudzaifah ra pernah bertanya: ‘Ya Rasulullah, apa itu dukhan (asap)?’ Kemudian Rasulullah SAW membaca ayat: ‘Maka tunggulah hari ketika langit membawa asap yang nyata’. Asap itu akan memenuhi timur dan barat. Asap itu bertahan selama 40 hari 40 malam. Orang mukmin akan terkena asap itu lalu membuatnya seperti orang yang terkena influenza. Sedangkan orang kafir (yang terkena asap itu) akan seperti orang yang mabuk. Asap itu akan keluar dari dua lubang hidungnya, telinganya dan duburnya.”

Munculnya Dajjal

Tentang Dajjal, dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa Hisyam bin Urwah ra berkata: “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Antara diciptakannya Adam hingga terjadinya hari kiamat ada makhluk yang lebih besar dari Dajjal’. Maksudnya, lebih besar fitnahnya (malapetakanya). Dalam Shahih al Bukhari disebutkan bahwa Nabi SAW pernah bercerita tentang Dajjal, lalu beliau bersabda: “Dia buta mata sebelah kanan, seperti buah anggur yang mengambang.” Dalam Shahih al Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan bahwa Anas ra menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ نَبِىٍّ إِلاَّ وَقَدْ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الأَعْوَرَ الْكَذَّابَ أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ وَمَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كافر

“Setiap nabi pasti telah memperingatkan umatnya akan bahaya si mata satu yang gemar berdusta. Ingatlah, sesungguhnya dia itu buta sebelah, sedangkan Tuhan kalian tidak buta sebelah. Dan di antara kedua matanya terdapat tulisan kafir.”

Al-Baghawi rahimahullah meriwayatkan dengan sanadnya dari Asmaa binti Yazid al Anshariyah ra bahwasanya salah satu fitnah terbesar Dajjal ialah kedatangannya kepada seorang badui lalu bertanya, “Bagaimana pendapatmu jika aku mampu menghidupkan kembali untamu, apakah kamu yakin bahwa aku adalah tuhanmu?”. Orang badui itu menjawab, “Ya.” Lalu setan muncul di hadapannya dalam wujud seperti unta milik orang badui tersebut dengan susu yang siap diperah dan punuk yang sangat besar.

Iajuga mendatangi seseorang yang telah ditinggal mati saudaranya dan ayahnya, kemudian bertanya, “Bagaimana pendapatmu jika aku mampu menghidupkan kembali saudaramu dan ayahmu, apakah kamu yakin bahwa aku adalah tuhanmu?” Orang itu menjawab: “Ya.” Lalu setan muncul di hadapannya dalam wujud seperti saudaranya dan ayahnya.

Al Mughirah bin Syu’bah ra mengatakan: “Tidak ada seorangpun yang pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang Dajjal seperti pertanyaanku kepada beliau. Beliau bertanya: ‘Apa masalahmu?’ Aku menjawab: ‘Mereka mengatakan bahwa Dajjal itu mempunyai segunung roti dan air sepanjang sungai’. Lalu beliau bersabda, ‘Bagi Allah, Dajjal itu lebih rendah dari itu’.” Diriwayatkan oleh at Tirmidzi dari Abu Bakar ra, mengatakan, “Rasulullah SAW pernah bercerita kepada kami bahwa Dajjal itu akan muncul di negeri timur yang disebut Khurasan. Dia diikuti oleh orang-orang yang wajah mereka seperti perisai yang dipukul dengan palu”. Anas t menyatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Dajjal itu diikuti oleh 70 ribu orang Yahudi Asbahan yang mengenakan jubah hijau.”

Imam an Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa al Qodli Iyadl berkata, “Hadis-hadis yang menceritakan tentang Dajjal itu menjadi tanda bagi golongan yang meyakini keberadaan Dajjal. Dajjal itu benar-benar figur yang digunakan oleh Allah SWT untuk menguji hamba-hamba-Nya. Maka Allah SWT memberinya kemampuan untuk melakukan beberapa hal. Seperti menghidupkan mayit yang dibunuhnya, mendatangkan kemegahan dunia dan kesuburan tanah bersamanya, memiliki surga dan neraka, diikuti oleh perbendaharaan bumi, dapat memerintahkan langit menurunkan air hujan kemudian benar-benar turun hujan, dapat memerintahkan bumi menumbuhkan tanaman kemudian benar-benar tumbuh.

Namun semua itu terjadi dengan kekuasaan Allah SWT dan merupakan ujian dari-Nya. Setelah itu Allah SWT menghilangkan dari dirinya semua itu. Maka Dajjal tak lagi mampu membunuh seorang laki-laki maupun yang lainnya, perintahnya tidak dapat berlaku lagi, dan selanjutnya ia dibunuh oleh Isa bin Maryam as. Allah SWT meneguhkan hati orang-orang yang beriman dengan ucapan yang kokoh. Inilah paham yang dianut oleh Ahlussunnah, segenap ahli hadis dan ahli fiqih. Berbeda dengan golongan Khawarij, Jahmiyah dan sebagian Muktazilah yang menolak paham tersebut.

Munculnya Dabbah

Tentang dabbah (binatang melata), al Allamah al Khazin dalam kitab tafsirnya menyebutkan riwayat dari Ats-Tsa’labi dari Hudzaifah bin Yaman ra yang menyatakan, “Rasulullah SAW pernah bercerita tentang dabbah. Kemudian aku bertanya, ‘Ya Rasulullah, dari mana ia muncul?’ Beliau menjawab, ‘Dari masjid yang paling dimuliakan oleh Allah SWT. Manakala Isa as melaksanakan thawaf bersama orang-orang Islam, tiba-tiba bumi bergetar dan bukit Safa yang ada di dekat lokasi sa’i terbelah.

Pada awal kemunculan dabbah dari Safa tersebut terlihat kepalanya mengkilap, berbulu halus dan berbulu kasar. Ia tidak akan terkejar oleh orang yang mencarinya, tetapi ia juga tidak akan luput dari orang yang berlari mengejarnya. Ia menyengat (menandai) semua orang mukmin dan kafir. Ia akan membuat wajah orang mukmin laksana bintang kejora dan membuat tulisan mukmin di antara kedua matanya. Sedangkan untuk kafir ia akan membuat noktah hitam di antara kedua matanya dan membuat tulisan kafir di antara kedua matanya’.” Sementara Abdullah bin Amr ra mengatakan: “Dabbah akan muncul dari lembah jiyad. Kepalanya menyentuh awan sementara kedua kakinya berada di atas tanah.”

Matahari terbit dari barat

Tentang terbitnya matahari dari barat, dalam kitab Bad’ul Wahyi pada Shahih al Bukhari terdapat riwayat dari Abu Dzar ra yang mengatakan, “Nabi SAW pernah bertanya kepadaku, ‘Ketika matahari terbenam, kemanakah perginya?’ Aku menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahuinya’. Lalu beliau bersabda, ‘Matahari pergi bersujud di bawah Arsy lalu meminta izin (untuk terbit kembali) dan diizinkan. Dan tidak lama lagi ia akan bersujud, tetapi sujudnya tidak diterima, dan ia akan meminta izin (untuk terbit kembali) tetapi tidak diizinkan. ‘Kembalilah ke tempat dari mana kamu datang’. Maka ia pun terbit dari tempatnya terbenam. Itu adalah makna firman Allah SWT, ‘Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui’ (QS. Yasin: 38).”

Dalam kitab Fathul Bari dikatakan, “Kemungkinan yang dimaksud dengan sujudnya matahari itu ialah sujudnya malaikat yang bertugas menjaganya. Atau sujud dalam bentuk keadaan, sehingga ungkapan itu adalah kinayah yang menunjukkan bertambahnya ketundukan dan kepatuhan pada waktu itu.” An Nawawi mengatakan, “Adapun sujudnya matahari itulah kemampuan yang membedakan dan memahami yang Allah SWT ciptakan di dalam dirinya. Wallahu a’lam.

Turunnya Nabi Isa as

Tentang turunnya Isa as dan munculnya Ya’juj dan Ma’juj, dalam Shahih Muslim terdapat riwayat dari Nawwas bin Sam’an ra yang mengatakan, “Pada suatu pagi Rasulullah SAW menceritakan tentang Dajjal. Beliau merendahkan dan meninggikan volume suaranya dalam menceritakannya, sehingga kami mengira bahwa Dajjal itu berada di dalam sekumpulan pohon kurma. Setelah kami datang ke tempatnya beliau mengetahui hal itu pada diri kami. Lalu beliau bertanya, ‘Ada apa dengan kalian?’ Kami menjawa, ‘Ya Rasulullah, pada suatu pagi engkau menceritakan tentang Dajjal. Lalu engkau merendahkan dan meninggikan volume suaramu dalam menceritakannya, sehingga kami mengira bahwa Dajjal itu berada di dalam sekumpulan pohon kurma’.

  Berhati-hati dalam Mengambil Ilmu Menurut Hadratussyaikh KH. M. Hasyim  Asy’ari

Lalu beliau bersabda, ‘Tetapi Dajjal lebih aku khawatirkan (ancamannya) terhadap kalian. Jika dia muncul, sementara aku berada di tengah-tengah kalian, aku akan menjadi pembela kalian dalam menghadapinya. Dan jika dia muncul sementara aku tidak berada di tengah-tengah kalian, maka setiap orang akan menjadi pembela bagi dirinya sendiri. Dan Allah adalah penggantiku dalam melindungi setiap muslim. Sesungguhnya Dajjal itu adalah anak muda yang berambut ikal. Matanya mirip seperti buah anggur yang mengambang. Aku rasa dia mirip dengan Abdul Uzza bin Qathan.

Barangsiapa di antara kamu yang mendapatinya hendaklah membaca ayat-ayat pembuka surat Al-Kahfi. Sesungguhnya dia muncul di kawasan antara Syam dan Iraq, lalu dia membuat kerusakan di kanan dan di kiri. Wahai hamba-hamba Allah, teguhkanlah hati kalian’. Kami bertanya, ‘Ya Rasulullah, berapa lama dia tinggal di bumi?’ Beliau menjawab, ‘Empat puluh hari. Satu hari seperti satu tahun, satu hari seperti satu bulan, satu hari seperti satu pekan, dan hari-hari lainnya seperti hari-hari kalian’. Kami bertanya, ‘Ya Rasulullah, pada hari yang seperti setahun itu apakah kami cukup melaksanakan shalat satu hari?’ Beliau menjawab, ‘Tidak. Perkirakanlah hari itu sesuai dengan ukurannya’.

Kami bertanya, ‘Ya Rasulullah, bagaimana kecepatannya di bumi?’ Beliau menjawab, ‘Seperti hujan dikejar angin. Lalu Dajjal mendatangi sekumpulan orang dan mengajak mereka bergabung dengannya, maka mereka pun percaya kepadanya dan memenuhi ajakannya. Lalu Dajjal memberikan perintah kepada langit, maka langit pun menurunkan hujan. Dan ia pun memberikan perintah kepada bumi, maka bumi pun menumbuhkan tanam-tanaman. Kemudian hewan ternak mereka kembali kepada mereka di petang hari dengan punuk yang lebih panjang, kantung susu yang lebih besar dan lambung yang lebih lebar. Kemudian Dajjal mendatangi kelompok orang yang lain (untuk mengajak mereka) tetapi mereka menolaknya, maka Dajjal pun meninggalkan mereka. Lalu keesokan harinya mereka mengalami paceklik. Mereka tidak memiliki harta sedikitpun.

Setelah itu Dajjal melintas di tanah gersang, lalu dia berkata kepadanya, ‘Keluarkanlah simpanan-simpananmu!’ Kemudian dia diikuti oleh apa-apa yang tersimpan di dalamnya, seperti lebah-lebah ratu. Kemudian Dajjal memanggil seorang laki-laki yang masih sangat muda. Lalu Dajjal menghantam laki-laki itu dengan pedang dan memotongnya menjadi dua bagian (kemudian memisahkannya dalam jarak) sejauh satu tembakan (anak panah ke) sasaran. Lantas Dajjal memanggilnya, dan laki-laki itu pun datang dengan wajah berbinar-binar dan tertawa lebar.

Ketika itulah Allah SWT mengutus al Masih bin Maryam ra turun ke bumi di dekat menara putih di sebelah timur Kota Damaskus dengan mengenakan sepasang baju setelan yang berwarna kekuningan sambil meletakkan kedua telapak tangannya di atas sayap-sayap dua orang malaikat. Apabila ia menundukkan kepalanya ia meneteskan sesuatu. Dan apabila ia mengangkat kepalanya maka jatuhlah butiran-butiran perak laksana mutiara. Maka tidak halal bagi orang kafir yang menemukan bau nafasnya kecuali ia harus mati. Sementara nafasnya bisa mencapai tempat yang bisa dicapai oleh pandangan matanya. Lalu Isa ra mencarinya sampai berhasil menemukannya di pintu gerbang kota Ludd dan langsung membunuhnya.

Kemudian Isa as mendatangi orang-orang yang dilindungi oleh Allah SWT dari Dajjal. Setelah itu Isa mengusap wajah-wajah mereka dan memberitahukan derajat mereka di surga. Ketika itulah Allah SWT memberikan wahyu kepada Isa,  ‘Sesungguhnya aku telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang tidak bisa dilawan oleh siapapun. Maka ungsikanlah hamba-hamba-Ku ke gunung’.

Bangkitnya Ya’jud Ma’jud

Setelah hamba-hamba Allah diungsikan atas perintahnya melalui Isa as, Allah membangkitkan Ya’juj dan Ma’juj. Mereka meluncur dari setiap dataran tinggi. Rombongan pertama mereka melewati danau Thabariyah dan meminum air yang ada di dalamnya. Rombongan terakhir mereka pun melewatinya, tetapi mereka berkata, ‘Dulu pernah ada air di danau ini’. Lalu Nabi Isa as dan para pengikutnya terkepung (oleh mereka). Sehingga kepala sapi milik salah seorang dari mereka lebih baik dari seratus dinar milik salah seorang dari kami saat ini. Kemudian Nabiyullah Isa ra dan para pengikutnya memanjatkan harapan kepada Allah SWT. Maka Allah mengirimkan ulat unta ke dalam leher Ya’juj dan Ma’juj. Dan keesokan harinya mereka semua tewas dalam waktu yang sama.

Setelah itu, Isa as dan para pengikutnya turun ke bumi dan mereka tidak menemukan tempat sejengkal pun yang tidak dipenuhi kotoran dan kebusukan mereka. Kemudian Nabi Isa as dan para pengikutnya memanjatkan harapan kepada Allah. Maka Allah mengirimkan kawanan burung seperti leher unta. Lalu burung-burung itu mengangkut (bangkai) Ya’juj dan Ma’juj, dan membuangnya di tempat yang dikehendaki oleh Allah.

Kemudian Allah SWT menurunkan air hujan yang mengenai rumah-rumah dari tanah liat dan rumah-rumah dari bulu binatang. Allah SWT mencuci bumi sampai bersih seperti kaca. Lalu dikatakan kepada bumi, ‘Tumbuhkanlah buah-buahanmu dan kembalikanlah keberkahanmu!’. Ketika itulah sekumpulan orang bisa makan dari satu buah delima dan bernaung di bawah kulitnya. Dan Allah melimpahkan berkah kepada susu. Sehingga seekor unta perah bisa mencukupi sekumpulan orang yang banyak sekali jumlahnya, seekor sapi perah bisa mencukupi satu kabilah, dan seekor kambing perah bisa mencukupi satu keluarga.

Ketika itulah Allah mengirimkan angin baik yang menyentuh mereka di bawah ketiak mereka. Kemudian angin itu mencabut nyawa setiap orang mukmin dan muslim. Dan tinggallah orang-orang jahat yang suka bersetubuh satu sama lain dengan cara yang dilakukan oleh keledai bersetubuh satu sama lain. Kepada mereka itulah hari kiamat datang.

Tentang api yang muncul dari Yaman, itu adalah api yang menggiring manusia, sebagaimana ditegaskan di dalam hadis. Para ulama mengatakan bahwa penggiringan manusia ada empat kali. Dua kali di dunia, yang pertama tindakan Nabi SAW mengusir orang-orang Yahudi dari Madinah ke negeri Syam, dan yang kedua ialah menjelang hari kiamat. Pada saat itu, api akan menggiring manusia dan semua makhluk hidup lainnya menuju tempat berkumpul sebelum tiupan sangkakala yang pertama.

Manusia yang digiring itu adalah orang-orang kafir yang masih hidup. Sementara orang-orang mukmin akan meninggal dunia sebelum itu dengan hembusan angin yang lembut. Dan dua kali di akhirat, yang pertama manusia akan dikumpulkan di tempat berkumpul setelah mereka dihidupkan kembali, dan yang kedua manusia akan digiring dari tempat berkumpul itu menuju surga atau neraka.


*Disarikan dari kitab Risalah Ahlussunnah wal Jama’ah karya Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari.