200 Anggota Kudaireng Putri, Ikuti Dzikir Alam di Selerejo Malang

1056
kudaireng-putri
Para anggota Kudaireng Putri berpose bersama sebelum diberangkatkan Ke Selerojo Malang guna mengikuti Dzikir Alam, Kamis(01/12/16)

tebuireng.online– Setelah bulan lalu sukses menyelenggarakan Dzikir Alam yang diikuti oleh 500 santri putra, Kamis (01/12/16) Kudaireng (Kumpulan Dai Tebuireng) menyelenggarakan kembali untuk kader santri putri Pesantren Tebuireng.

Kegiatan yang diikuti 200 kader santri putri ini dilaksanakan di Selorejo Ngantang Malang.   Pada malam harinya para santri diberi materi pendalaman dan pembekalan untuk calon dai dan daiyah, dan Pengemblengan mental. Kemudian pada pagi harinya  senam bersama, berlatih pidato di depan  warga sekitar dan latihan membuat teks pidato.

Ustadz Asep salah satu pengggas berdirinya Kudaireng didapuk untuk memberikan materi di hadapan para santri bersama pembina kudaireng Ustadz Ali Musthofa. Selain itu dalam pengemblengan mental mereka juga didampingi 20 para asatidz dan 50 alumni Kudaireng.

Ketika dihubungi via aplikasi mesegger, ustadz Musthofa menyampaikan, bahwa Kegitan ini bertujuan untuk melatih mental para santri. “Harapannya dengan adanya kegiatan ini para santri semakin berani tampil untuk berceramah di hadapan masyarakat nantinya.”, ujarnya

“Selain itu, Dzikir Alam ini  merupakan persyaratan para dai dan daiyah untuk lanjut ke tingkat II, sebelumnya meraka mendapatkan materi tingkat I selama 3 bulan di pesantren, nantinya anggota Kudaireng ini akan diberikan materi tingkat II.”, Tambahnya.

Perlu diketahui Kudaireng merupakan sebuah Organisasi di bawah naungan Unit Pengembangan Diri yang fokus melatih para santri dalam bidang pidato dan membawakan acara. Kudaireng ini aktif memberikan pelatihan terhadap para santri, untuk santri putra latihan dilakukan pada hari Selasa pagi. Sedangkan untuk kader putri latihan dilakukan setiap malam Jum’at di Halaman Pondok Pesantren Putri.


Pewarta: Aldo

Editor: Aldo

Publisher: M. Ali Ridho

  Deka Pranata: Santri Tidak Hanya Pandai Ngaji Saja